Rumah Sakit Indonesia di Gaza Resmi Beroperasi

Meski menghabiskan dana ratusan miliar rupiah, dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat Indonesia tanpa bantuan pemerintah.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 09 Jan 2016, 22:46 WIB
Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima cindera mata dari Ketua Presidium MER-C Hendry Hidayatullah di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (8/1/2016) malam. (Liputan6.com/Helmi Afandi)

Liputan6.com, Jakarta - Kepedulian warga Indonesia terhadap rakyat Palestina makin terlihat dengan mulai beroperasinya Rumah Sakit Indonesia di Gaza, Palestina. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan inisiatif pendirian RS itu oleh Medical Emergency Rescue Committee (MER-C) Indonesia patut mendapat pujian.

"Saya atas nama pemerintah ingin memberikan penghargaan yang tinggi pada MER-C karena mengambil inisiatif luar biasa mendahului pemerintah," ucap JK di Taman Ismail Marzuki, Sabtu (9/1/2016) malam.

"Mereka mengambil langkah istemewa dan amal yang luar biasa untuk membangun rumah sakit di Palestina," tambah dia.

JK mengatakan, dengan adanya RS Indonesia di Gaza, maka jalinan persaudaraan 2 negara semakin erat. Semakin kuatnya hubungan kedua negara pun saat ini tidak hanya terjadi antarpemerintah, tetapi juga antarmasyarakat.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu berharap, kedepannya pengoperasian RS itu dapat dijalankan sepenuhnya oleh warga Palestina. Hal ini karena ia percaya sudah banyak ahli medis di Palestina.

Swadaya Masyarakat

Meski menghabiskan dana ratusan miliar rupiah, Ketua Presidium MER-C, Hendri Hidayatullah memastikan dana tersebut berasal dari swadaya masyarakat Indonesia tanpa bantuan pemerintah. "Semua itu dengan total dana Rp 126 miliar," kata Hendri di tempat yang sama.

Pembangunan RS Indonesia di Gaza, pertama kali direncanakan MER-C pada Januari 2009. Pembangunan RS hasil swadaya rakyat Indonesia itu tidak dilakukan MER-C sendiri. Mereka menggandeng relawan dari Pondok Pesantren Al-Fatah se-Indonesia.

RS ini berdiri di lahan seluas 16.261 meter persegi. Tempat itu adalah tanah wakaf dari pemerintah Palestina. Luas bangunan tersebut sekitar 10.000 meter persegi.

Meski sudah direncanakan sejak 2009, pembangunan baru dimulai pada Mei 2011. Pembangunan pun tetap dilaksanakan walau Gaza dilanda perang di 2012 dan 2014.

RS Indonesia di Gaza mempunyai 2 lantai dan satu ruang bawah tanah. Terdapat 90 ruang rawat inap, 10 ruang instalasi gawat darurat, 1 laboratorium, 1 ruang radiologi dan 10 ruang perawatan intensif. RS ini berkapasitas 100-150 pasien.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya