Sejarah dan Sang Midas, Harapan Chelsea Musim Ini

Chelsea sedang sakit. The Blues yang biasanya bersaing untuk memperebutkan gelar juara Liga Inggris kini terpuruk di papan bawah.

oleh Luthfie FebriantoDiterbitkan 26 Desember 2015, 06:22 WIB
Sang juara bertahan Chelsea harus terpuruk di posisi 15 klasemen sementara Liga Inggris. Dari 17 pertandingan The Blues sudah menelan kekalahan sebanyak sembilan kali. (AFP/Justin Tallis)

Liputan6.com, London: Chelsea sedang sakit. The Blues yang biasanya bersaing untuk memperebutkan gelar juara Liga Inggris kini terpuruk di papan bawah.

Chelsea kini ada di peringkat ke-15 klasemen sementara. John Terry dan kawan-kawan hanya mengemas 18 poin dari 17 laga. Total, Chelsea sudah sembilan kali kalah.

Baca Juga

  • Pedrosa Kena Kasus Pajak, Begini Komentar Pengacaranya
  • Boxing Day: 5 Tim Raksasa Bisa Terjungkal
  • Liverpool Masih Bisa Raih Gelar Musim Ini


Dengan kondisi itu, finis di empat besar pada akhir musim merupakan tugas berat bagi Chelsea. Apalagi, Liga Inggris sebentar lagi memasuki paruh musim kedua.

Terlepas dari hal itu, fans Chelsea tak perlu pesimistis. Pasalnya, berdasarkan sejarah dalam 6 tahun terakhir, Chelsea justru kerap sukses jika ditangani manajer interim.

Dimulai dari 2009 ketika Guus Hiddink menggantikan Luiz Felipe Scolari. Hiddink kala itu sukses mengangkat kembali performa Chelsea yang sempat jeblok di bawah arahan Scolari.

Hiddink masuk ke Chelsea Februari 2009. Tugas Hiddink adalah memastikan Chelsea bisa masuk zona Liga Champions untuk musim 2009/10.

Di akhir musim, Hiddink membawa Chelsea akhirnya finis di tempat ketiga di bawah Liverpool dan Manchester United yang menjadi juara. Ia juga sukses mempersembahkan Piala FA pada Chelsea.

Sosok Hiddink digemari oleh para pemain juga fans. Maka dari itu, mereka pun sempat meminta Roman Abramovich mempermanenkan mantan pelatih timnas Korea Selatan itu.

Sayangnya, Hiddink harus kembali ke tugas intinya sebagai pelatih timnas Rusia. Sebagai tanda mata perpisahan, para pemain Chelsea memberikan jersey dengan tanda tangan semua penggawa The Blues.


Cerita Sukses Manajer Interim

Aksi suit caretaker Chelsea Roberto Di Matteo di laga final Liga Champions melawan Bayern Muenchen di Allianz Arena, 19 Mei 2012. Chelsea menang 4-3 lewat adu penalti. AFP PHOTO / ADRIAN DENNIS

Cerita kesuksesan Chelsea bersama manajer interim berlanjut di musim 2012 bersama Roberto Di Matteo. Alurnya pun sama: Chelsea terpuruk lalu memecat manajer tetapnya, Andre Villas Boas, sebelum musim kompetisi 2011/12 berakhir.

Di Matteo pernah bermain bagi Chelsea dari 1996 hingga 2002. Tak heran, fans pun menyambut baik penunjukkan dirinya sebagai manajer.

Kepercayaan itu dibayar Di Matteo dengan gelar juara Liga Champions 2011/12. Di final, Di Matteo membawa Chelsea mengalahkan tuan rumah Bayern Muenchen 4-3 dalam babak adu penalti di Allianz Arena.

Lanjut Baca:

Itu adalah gelar Liga Champions pertama Chelsea, sepanjang sejarah klub.Kesuksesan itu membuat Di Matteo didapuk menjadi manajer tetap Chelsea di musim 2012/13 per 13 Juni 2012. Namun penunjukkan ini justru menjadi bumerang bagi Chelsea.Alih-alih sukses, Di Matteo gagal membantu Chelsea lolos dari fase grup Liga Champions. Jika dihitung-hitung, ia hanya 6 bulan berstatus sebagai manajer tetap Chelsea, karena dipecat pada November 2012.Sebagai ganti Di Matteo, Chelsea membuat langkah kontroversial dengan mengangkat mantan manajer Liverpool, Rafael Benitez. Kontroversial karena saat masih menukangi Liverpool, Benitez kerap melontarkan psywar pada Chelsea.Karena itu pula, fans Chelsea memprotes penunjukkan Benitez. Mereka mencemooh Benitez ketika ia memimpin Chelsea di pertandingan kandang. "Mereka masih ingat kesuksesan yang kami raih di Liverpool, saat melawan mereka, melawan Chelsea yang disebut amat kuat saat itu. Mungkin hal tersebut melekat amat kuat di benak mereka," kata Benitez 2013 silam, mengenang masa-masanya bersama Chelsea.Fans Chelsea boleh saja mencemooh Benitez. Tapi Benitez memberikan bukti konkret. Di tangan Benitez, kegagalan Chelsea ke babak 16 besar Liga Champions dibayar lunas dengan menjuarai Liga Eropa, sebelum ia angkat koper, Mei 2013.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya