Driver Go-Jek Tewas Ditikam Preman di Sunter jadi Perhatian Ahok

Ahok langsung berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya terkait tewasnya pengemudi Go-Jek di Sunter.

oleh Luqman Rimadi diperbarui 10 Des 2015, 15:26 WIB
Polda Metro Jaya bersama Gubernur DKI Jakarta dan Wali Kota Bandung gelar rapat koordinasi kesiapan pengamanan final sepak bola Piala Presiden 2015, Jakarta, Jumat (16/10/2015). (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Tewasnya seorang driver Go-Jek karena tikaman petugas parkir liar di pusat perbelanjaan di Sunter, Jakarta Utara, Rabu malam kemarin, menjadi perhatian Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama. Ahok, sapaan Basuki, langsung berkoordinasi dengan Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Tito Karnavian.

Mantan politikus Partai Gerindra itu mengaku telah mendapatkan penjelasan langsung dari Kapolda terkait kronologi yang menimpa korban bernama Septiyan (20).

"‎Saya sudah tanya sama Pak Kapolda, jadi memang sebetulnya dia parkir dan dipalakin preman. Terus dia lapor ke abangnya (adik), datang dan langsung ditusuk pahanya. Lihat berdarah gitu panik, dia langsung kena (ditusuk)," ucap Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis, (10/12/2015).

Ahok bersyukur, pascakejadian tersebut, polisi langsung bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian.

"‎Semalam sudah diamanin Kapolda langsung sama Kapolres. Aku enggak gitu tahu teknisnya seperti apa, tapi semalam kita lihat videonya langsung dikirimi dari Polres. Kebetulan semalam saya lagi bareng sama Pak Kapolda," terang Ahok.

Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, korban yang akrab disapa Pian tersebut tewas ketika melerai kakaknya, juga pengendara Go-Jek, yang tengah terlibat cekcok dengan petugas parkir liar, Rabu (9/12/2015), sekitar pukul 15.00 WIB.

Kapolres Jakarta Utara Kombes Susetio Cahyadi mengatakan, jajarannya sudah mengantongi identitas pelaku yang diduga kuat menganiaya Septiyan di depan pintu keluar Sunter Mall.

Dia meminta pelaku segera menyerahkan diri. Jika tidak, polisi akan langsung melakukan upaya penegakan hukum.

"Kita imbau pelaku untuk menyerahkan diri atau kita akan lakukan penegakan hukum," kata Susetio.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya