ISIS Incar Indonesia, BIN Minta Masyarakat Aktif Berperan

Kepala BIN Sutiyoso pun menegaskan dengan peran masyarakat, maka dapat mengetahui keberadaan teroris sebenarnya.

oleh Putu Merta Surya Putra diperbarui 07 Des 2015, 06:30 WIB
Kepala BIN, Sutiyoso (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso mengakui ancaman kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) telah sampai ke Indonesia. Menurut dia, teroris bisa beraksi di mana pun dan kapan pun.

"Aksinya itu tak kenal tempat, waktu, dan sasarannya kepada siapa. Sama seperti di Paris dan Amerika Serikat. Semua negara bisa terancam," ujar Sutiyoso di Jakarta, Minggu 6 Desember 2015.

Menurut mantan Gubernur DKI Jakarta itu, kunci menangani ancaman teroris itu bukan hanya kepada aparat hukum, tetapi juga kepada masyarakat.

"Kuncinya ada di masyarakat. Apakah masyarakat sudah aware dengan sekitarnya atau tidak," ucap dia.

Sutiyoso pun menegaskan dengan peran masyarakat , maka dapat mengetahui keberadaan teroris sebenarnya.

"Masyarakat harus bisa melapor jika menemukan hal-hal yang dianggap ganjil. Itu yang paling sederhana," pungkas Sutiyoso.

Pernyataan Sutiyoso ini memperkuat dugaan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Luhut Binsar Pandjaitan. Keduanya mengatakan ISIS mengancam melancarkan serangan di Indonesia. Serangan itu ditujukan untuk kelompok Syiah.

"Karena itu kami sampaikan, dari ISIS juga ada ancamannya kepada Polri, Panglima TNI, pejabat Densus, orang-orang Syiah itu dari dulu sudah ada. Dari dulu ada ancaman," kata Badrodin di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu 2 Desember 2015.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya