Hibah Kemayoran Batal, Warga Terancam Gagal Pindah ke Rusun

Rencana hibah lahan dari Sekretariat Negara ke Pemprov DKI Jakarta terancam batal karena tidak mendapat izin dari DPR.

oleh Ahmad Romadoni Diterbitkan 04 Desember 2015, 22:12 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mulai dibuat kesal oleh Komisi II DPR dan Pusat Pengelola Kompleks (PPK) Kemayoran. Rencana hibah lahan dari Sekretariat Negara ke Pemprov DKI Jakarta terancam batal karena tidak mendapat izin dari DPR.

Bagi gubernur yang kerap disapa Ahok itu, perhelatan Asian Games tidak jadi masalah besar. Tapi, bila hibah benar-benar batal justru berdampak lebih besar terhadap relokasi warga miskin ke rumah susun.

"Itu bukan ribuan lagi, puluhan ribu loh. Itu ya kalau kita bisa bangun 7.000 saja itu bisa 7.000-an KK, kamu hitung saja. Kalau Blok C2, C3 kita bangun lagi, mungkin di situ aja kita bisa bangun 20-30 ribu rumah susun," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Jumat (4/12/2015).

Rusun ini memang sudah diperuntukkan bagi warga yang tinggal di kawasan kumuh di pesisir utara Jakarta. Bila hibah ditunda atau dibatalkan, pembangunan rusun tentu akan tertunda lagi.

"Terus kalau Kemayoran Golf dikasih pada kita, kita bisa bikin lapangan bola. Main golf satu hari 30 orang, kalo bikin 10 lapangan sepak bola yang main berapa, 220 orang, belum pelatih, cadangan dan lain-lain," jelas Ahok.

Baca Juga

  • Ahok Tak Percaya DPR Lebih Bela Komersial Ketimbang Rakyat
  • Asian Games Terancam Batal, Ahok Sebut PPK Kemayoran Tak Beres
  • Ahok Bakal Bongkar Lapangan Golf Kemayoran Jadi Lapangan Bola

"Jadi aneh menurut saya, aneh sekali. Belum lagi kita bicara ini mau dipinjemin buat kampung atlet. Bagi saya kampung atlet enggak penting kok. Bagi saya gimana orang miskin dapat rumah susun," imbuh dia.

Menurut mantan Bupati Belitung Timur ini, rusun sangat meningkatkan taraf hidup masyarakat yang semula tinggal di kawasan kumuh. Bila tidak ada rusun, pemindahan tidak bisa dilakukan.

"Sekarang kamu lihat saja yang tinggal di sungai, kamu lihat laporannya, orang yang tinggal tanpa jamban saja di Jakarta hampir 30-40 ribu orang. Kenapa enggak dikasih? Terus kamu liat kawasan kumuh, tanah-tanah Perumnas yang didudukin orang, gimana mau mindahin mereka kalau kamu tidak bangun rusun," tutup Ahok.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya