American Airlines Jatuh Lantaran Turbulence Jet JAL

NTSB dan badan penyelidik federal AS menemukan indikasi pengaruh turbulensi pesawat jet Japan Airlines penyebab jatuhnya pesawat American Airlines. Data diambil dari kotak hitam.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 November 2001, 02:27 WIB
Liputan6.com, New York: Kasus kecelakaan pesawat American Airlines sudah mulai terungkap. Berdasarkan hasil penyelidikan Badan Keamanan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) dan sejumlah badan penyelidik federal AS, ditemukan pengaruh turbulensi dari pesawat jet lain sebagai penyebab jatuhnya pesawat yang menewaskan ke-255 penumpang beserta awaknya itu. Informasi ini diperoleh dari penyelidikan intensif terhadap kotam hitam yang merekam detil pembicaraan di kokpit pesawat Airbus A300 bernomor penerbangan 587. Hasil penyelidikan itu diumumkan di New York, AS, Selasa (13/11).

Menurut penjelasan anggota tim NTSB, George Black, kotak hitam itu sebelumnya ditemukan di tengah puing-puing pesawat di kawasan Rockaway, sekitar delapan kilometer dari Bandar Udara John F. Kennedy, New York. Hasil analisis sementara menungkapkan, sekitar 114 detik setelah pesawat jumbo jet itu lepas landas dari Bandara JFK, pilot terdengar menyebut ada turbulensi "wake effect". Lantas pada detik ke-127, pilot menyatakan terjadi malfungsi pada mesin. Akibatnya, pesawat hilang kendali.

Black menambahkan, turbulensi itu diduga berasal dari pesawat Boeing 747 milik Japan Airlines, yang juga lepas landas dari bandara yang sama. Kemungkinan turbulensi penyebab musibah ini juga diperkuat data NSTB pada kecelakaan pesawat US-Air pada 1994. Saat itu, insiden mengakibatkan 132 orang penumpangnya tewas akibat pengaruh turbulensi pesawat lain.

Pesawat Airbus A300 American Airline yang naas itu jatuh di wilayah pemukiman padat di kawasan Rockway, Queens, New York, Senin (12/11) sekitar pukul 09.17 waktu setempat [baca: Pesawat American Airlines Jatuh di New York]. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara JFK menuju Kota Santo Domingo, Republik Dominika dan jatuh sekitar lima mil dari bandara. Akibatnya, seluruh bandara di New York ditutup sementara.(BMI/Nlg)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya