Cara Mengejutkan Cegah Demam dan Flu

Setelah mengalami periode panas selama beberapa bulan terakhir, wilayah Indonesia mulai memasuki masa musim hujan di penghujung tahun ini.

oleh Liputan6 diperbarui 18 Nov 2015, 08:30 WIB
Ilustrasi Teh Hijau (iStock)

Liputan6.com, Jakarta Setelah mengalami periode panas selama beberapa bulan terakhir ini, wilayah Indonesia mulai memasuki masa musim hujan di penghujung tahun ini.

Perubahan cuaca ini tentunya dapat mengakibatkan timbulnya berbagai penyakit ringan yang membuat tubuh tidak nyaman untuk beraktivitas.

Faktanya, bahkan orang-orang yang sering mencuci tangan dan rajin membersihkan barang-barang bisa dengan mudah terkena ‘penyakit rumah’ pada musim seperti ini.

Seberapa besar risiko Anda terkena penyakit tergantung kepada kondisi kesehatan Anda, bukan seberapa sering Anda memakai pembersih tangan Anda. Namun ini bukan berarti Anda tidak perlu berhati-hati tentang kebersihan lingkungan Anda.

Dilansir dari Huffington Post, Rabu (18/11/2015), berikut beberapa cara holistik untuk mencegah Anda terkena demam dan flu.

Meminum teh hangat

“Walapun Anda bukan peminum teh, cobalah untuk meminum satu atau dua cangkir teh hangat setiap harinya ketika sedang musim penyakit demam dan flu,” ujar jenna Gagnon, Spesialis Komunikasi untuk Aidance Skincare.

“Uap dari teh dapat menstimulasi cilia, yaitu bulu-bulu yang terdapat di dalam hidung. Anggaplah cilia sebagai alat penyaring udara bagi hidung Anda, menjaga bulu-bulu tersebut tetap sehat dan banyak untuk mencegah kuman yang bisa membuat Anda sakit,” lanjutnya.

Berjemur di bawah matahari

“Kita semua berpikir bahwa hanya vitamin C sebagai peningkat ketahanan tubuh. Namun penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa vitamin D juga mempunyai efek yang luar biasa terhadap daya tahan tubuh, ujar Dr Scott M Schreiber, seorang dokter chiropractic.

“(Vitamin D) menunjukkan dapat meningkatkan aktivitas sel kekebalan tubuh,” ia menambahkan. Sementara, ujar Dr Scott, kekurangan vitamin D dihubungkan dengan timbulnya penyakit auto-imun.

Tidak takut kotor

“Mengekspos diri Anda sendiri kepada debu dan kotoran (dan mikro organisme) mempunyai dampak jangka panjang terhadap sistem kekebalan tubuh Anda,” ujar Dr Scott.

“Kita sering kali takut untuk menjadi kotor, sementara faktanya, yang ditunjukkan oleh beberapa penelitian, sangat luar biasa bermanfaat.” Percaya atau tidak, kata dia, berlumuran lumpur tidak buruk bagi Anda.

Cukup asupan cairan

“Sebagai bagian dari keseluruhan kebiasaan hidup sehat, sangat penting untuk menjaga tubuh agar tetap terhidrasi dengan baik, pada musim apa pun,” ujar Direktur Medis dari Cassena Care, Dr Joel Blass.

“Pada udara yang lebih dingin, metabolisme tubuh meningkat dan Anda cenderung menghirup kelembaban lebih banyak dari biasanya, dan adalah penting untuk mengembalikan cairan tubuh Anda,” kata Dr Blass. Pada musim yang lebih dingin, kehilangan cairan cenderung membuat kering selaput lendir Anda, melemahkan pertahanan pertama tubuh Anda, yang akhirnya membuat Anda lebih mudah terkena penyakit.

Jaga kehangatan tubuh

“Berpakaian sesuai dengan keadaan musim selalu menjadi pemikiran yang baik. Adalah baik bagi kesehatan agar menjaga tubuh tetap hangat dalam udara dingin,” ujar Dr Blass. “Udara dingin membuat stress system kekebalan tubuh. Ketika kekebalan tubuh melemah, Anda lebih rentan terhadap virus," katanya.

Bagi sebagian orang, udara dingin berarti hidung akan lebiih banyak mengeluarkan cairan. Menyeka hidung dapat meningkatkan risiko pada tubuh untuk terpapar penyakit-penyakit tersebut. (Melodia)*

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya