Sodetan Ciliwung-KBT Belum Bisa Kurangi Debit Air, Kenapa?

Ahok pesimistis sodetan Ciliwung-KBT dapat mengurangi beban debit air tahun ini. Penyebabnya adalah molornya pengerjaan.

oleh Ahmad Romadoni diperbarui 11 Nov 2015, 13:42 WIB
Banggar DPR telah menyetujui anggaran sebesar Rp 645 miliar untuk membiayai proyek pembuatan sodetan kali Ciliwung ke KBT sepanjang 2,15 kilometer , Selasa (13/5/2014) (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok memastikan pembuatan sodetan Ciliwung-KBT molor. Penyebabnya tak lain karena bor yang berfungsi hanya satu mesin.

"Sekarang memang jalan terus tapi selesainya 2017," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Rabu (11/11/2015).

Mantan Bupati Belitung Timur itu menjelaskan, pembangunan ini terhambat karena mesin bor yang membuat jalur aliran air dari Sungai Ciliiwung ke Kanal Banjir Timur (KBT) hanya 1 yang berfungsi.

"Kendala kan memang kerjanya enggak bisa dua bor langsung, kita datangkan 2 bor, harusnya Bidara Cina sudah enggak masalah, sudah ketemu nih. Nah kalau cuma bor satu, MRT saja bornya 8 meter doang per hari, nah kalau kamu enggak bor sekaligus sudah pasti terlambat, MRT juga sama bisa terlambat," jelas dia.

Ahok menjamin, tidak ada kendala dalam pembangunan sodetan kecuali masalah bor. Sehingga sodetan belum bisa membantu pengurangan debit air di Ciliwung.

"Tahun ini belum bisa menolong debit air," tutup Ahok. (Dry/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya