JK Ingin Bank Nasional Lebarkan Sayap ke India

Indonesia gencar menjalin kerja sama dengan negara-negara di dunia.

oleh Silvanus Alvin diperbarui 03 Nov 2015, 20:00 WIB
Wakil Presiden RI, Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla saat wawancara khusus dengan Tim Liputan6.com, Jakarta, Senin (19/10/2015). (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla ingin agar bank nasional melebarkan sayapnya ke India. Hal tersebut disampaikan dalam Forum Bisnis Indonesia-India di Hotel Shangri La, yang dihadiri pula oleh Wakil Presiden India Hamid Ansari.

"‎Indonesia juga ingin mengoperasikan bank di India, itu kenapa Anda datang ke sini (Indonesia) untuk mencapai kesuksesan itu bersama-sama dengan Indonesia," kata JK, Selasa (3/11/2015).

JK juga mengatakan, dalam kondisi perekonomian yang sedang lesu, Indonesia gencar pula menjalin kerja sama dengan negara-negara di dunia. Menurut dia, saat seperti ini merupakan ‎saat yang tepat untuk menjalin kerjasama investasi.

"Kami bekerja sama dengan negara-negara berkembang juga, seperti Indonesia dan India. Waktu yang tepat untuk berinvestasi," tutur JK.


Pemerintah pun telah mempersiapkan iklim investasi yang lebih ramah bagi para investor. Salah satunya dengan memangkas lamanya waktu pemberian izin menjadi 3 jam saja.

Mantan Ketua Umum Golkar itu juga menuturkan pemerintah sedang menyoroti penyelesaian masalah ‎dwelling time atau lamanya waktu bongkar muat.

"Sekarang kami sedang menyusun kebijakan termasuk birokrasi di negara kami, masalah yang sering mengganjal dalam bidang perdagangan adalah waktu (bongkar/dwelling time)," tandas JK.

Menjanjikan

Menanggapi keinginan dari Jusuf Kalla, Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman Hadad menilai pantas bila bank nasional membuka cabang di India. Menurut dia, India memiliki potensi ekonomi yang cukup menjanjikan.

"‎Kita akan bicara dengan otoritas India. Tapi intinya potensi India menurut saya worth it," kata Muliaman, di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (3/11/2015).

Sebagai landasan untuk membuka bank di negara lain, nantinya akan dibuat nota kesepahaman yang ditandatangani kedua pihak. Muliaman menjamin proses pembukaan bank di India tidak akan sesulit membuka bank di Malaysia.

Muliaman juga menjelaskan bidang yang ingin digarap ‎terdiri bermacam sektor, mulai dari ekspor-impor hingga sektor industri kreatif.

"Kita tetap harus memberikan payung yang memadai. Kalau ada minat ke sana, kalau ada bisnisnya, memang mesti tandem ya antara finansial dengan bisnis, sebab kalau finansial ujug-ujug ke sana sendiri juga enggak sustain," jelas Muliaman.

Niat membuka bank di India disampaikan Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Forum Bisnis Indonesia-India. Dalam acara itu, hadir pula Wakil Presiden India Hamid Ansari.

"Indonesia juga ingin mengoperasikan bank di India, itu kenapa Anda datang ke sini (Indonesia) untuk mencapai kesuksesan itu bersama-sama dengan Indonesia," kata JK.

JK juga mengatakan, dalam kondisi perekonomian yang sedang lesu, Indonesia gencar pula menjalin kerja sama dengan negara-negara di dunia. Menurut dia, saat seperti ini merupakan ‎saat yang tepat untuk menjalin kerjasama investasi.

"Kami bekerja sama dengan negara-negara berkembang juga, seperti Indonesia dan India. Waktu yang tepat untuk berinvestasi," tutur JK. (Silvanus Alvin/Gdn)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya