Penumpang Yemenia yang Selamat Berusia 14 Tahun

Korban selamat dari kecelakaan pesawat Yemenia Air di Samudera Hindia kemarin (30/6), berusia 14 tahun. Sebelumnya, dia dikabarkan berusia lima tahun.

oleh Liputan6Diterbitkan 01 Juli 2009, 12:00 WIB
Liputan6.com, Moroni: Korban selamat kecelakaan pesawat Yemenia Air nomor penerbangan IY 626 di Samudera Hindia pada Selasa (30/6) dini hari waktu setempat dipastikan berusia 14 tahun. Gadis remaja yang diduga satu-satunya korban selamat ini sebelumnya dikabarkan berusia lima tahun [baca: Bocah Lima Tahun Penumpang Yemenia Air Selamat]. Direktur bandar udara di Moroni, Kepulauan Komoro, Hadji Madi Ali sempat mengatakan pada radio nasional bahwa korban yang selamat berusia lima tahun. Kemudian kabar ini cepat dibantah oleh Menteri Komunikasi Komoro, Abdourahim Said Bakar.

Gadis yang selamat di antara 142 penumpang dan 11 kru pesawat itu kini tengah dirawat di Rumah Sakit El Maarouf, Moroni, Komoro. Menurut Ramulati Ben Ali dari Palang Merah setempat, kondisinya baik-baik saja. Sebelumnya, korban ditemukan terombang-ambing di lautan sekitar pukul empat dini hari waktu setempat. Menurut pejabat Yaman, dia berada di antara tubuh korban meninggal lainnya, puing-puing pesawat, dan tumpahan minyak.

Menurut Menteri Perhubungan dan Transportasi Prancis, Dominique Bussereau, jejak pesawat jenis Airbus A310-300 tersebut menghilang dari pantauan radar pada Selasa kemarin, tepatnya pada pukul 01.51 dini hari waktu setempat. Pesawat ini kembali naik dan bermaksud mengulang pendaratan, sebelum akhirnya celaka.

Deputi General Manager Operasi Yaman, Mohammad al-Sumairi, mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan. Kendati demikian, cuaca saat itu memang sangat buruk. Ditandai dengan tingginya gelombang air laut dan kencangnya tiupan angin hingga mencapai 61 kilometer per jam. Belum lagi faktor-faktor penyebab kecelakaan lainnya.

Sebelumnya, pemerintah Prancis sudah melarang pesawat yang telah berusia 19 tahun itu untuk terbang. Pejabat Komoro mengatakan kemungkinan pesawat ini mengalami kecelakaan di sekitar Mitsamiouli, sebuah kota di pulau utama Komoro.(Reuters/AFP/VIN)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya