Agincourt Kantongi Rp 1,1 Triliun dari Jual Emas dan Perak

Agincourt Resources mengantongi US$ 82,5 juta atau sekitar Rp 1,1 triliun dari hasil penjualan emas dan perak sepanjang kuartal III 2015.

oleh Pebrianto Eko WicaksonoDiterbitkan 28 Oktober 2015, 20:30 WIB
Ilustrasi Harga Emas (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Operator tambang emas Martabe ‎Sumatera Utara, PT Agincourt Resources  telah menghasilkan 70.302 ounce emas sepanjang kuartal III 2015, angka ini lebih rendah dari realisasi kuartal II 2015 sekitar 72.096 ounce emas. 

Tak hanya emas, produksi perak perseroan juga turun menjadi 609.178 ounce perak, lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang menghasilkan 631.189 ounce perak.

Presiden Direktur PT Agincourt Resources Tim Duffy‎ mengatakan, hasil emas dan perak tersebut berasal dari pabrik pengolahan emas dan perak yang menggiling sebanyak 1,08 juta ton bijih.

"Pada Agustus 2015, sebanyak 394 ribu ton bijih digiling. Ini merupakan jumlah tertinggi dalam satu bulan selama Tambang Emas Martabe beroperasi," kata Duffy di Jakarta, Rabu (28/10/2015).

Dia melanjutkan, jumlah emas yang dijual sebesar 65.357 ounces, atau lebih rendah dibandingkan kuartal II 2015, 69.600 ounces. Sedangkan jumlah perak yang dijual pada kuartal III 2015 sebesar 593.149 ounces, atau lebih tinggi dari 589.740 ounce pada kuartal II 2015.

"Hasil penjualan emas dan perak di kuartal III 2015 mencapai US$ 82,5 juta (setara Rp 1,1 triliun), lebih rendah dibandingkan kuartal kedua yang mencapai US$ 93 juta (setara Rp 1,2  triliun)," tuturnya.

Menurut Duffy, ‎harga emas selama kuartal III 2015 rata-rata sebesar US$ 1.126 per ounce, lebih rendah daripada kuartal II sebesar US$ 1.193 per ounces, sedangkan ‎ harga perak di kuartal III 2015 berkisar US$ 15 per ounce, lebih rendah dari kuartal sebelumnya sebesar US$ 16 per ounce. (Pew/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya