Liputan6.com, Singapura - Harga emas berada di kisaran US$ 1.160 per ounce pada perdagangan Selasa (27/10/2015) di kawasan Asia. Investor cenderung hati-hati menjelang pertemuan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve.
Di pasar spot, harga emas stabil di US$ 1.163,71 per ounce pada pukul 10.30 WIB.
Advertisement
Harga logam jatuh ke level terendah dalam hampir dua minggu di kisaran US$ 1.158,77 pada Jumat pekan ini. Akan tetapi, harga emas cenderung menguat seiring dolar Amerika Serikat (AS) melemah.
Dolar AS melemah pada Selasa setelah data menunjukkan penjualan rumah baru turun tajam pada September. Pelaku pasar cenderung hati-hati menjelang pertemuan bank sentral AS.
Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga. Investor pun semakin kurang yakin kenaikan suku bunga dapat dilakukan sebelum akhir tahun.
"Harga emas cenderung stabil setelah melemah pada pekan lalu. Hal itu seiring data perumahan dan dolar AS melemah," tutur analis HSBC James Steel, seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (27/10/2015).
Ia menambahkan harga emas mendapatkan tenaga dari ketidakpastian investor terhadap kebijakan bank sentral AS. Para pejabat bank sentral AS telah khawatir terhadap pertumbuhan ekonomi global dan menguatnya dolar AS.
Mengutip riset di www.fortiasiafutures.com, trader terlihat hati-hati menjelang pertemuan bank sentral AS untuk menentukan arah kebijakan moneter AS.
Bank sentral AS mengisyaratkan kalau kemungkinan akan tetap mempertahankan tingkat suku bunganya."Awal pagi ini emas terpantau bergerak datar, tapi masih bergulir di atas pergerakan rata-rata 20 dan 50 harian. Resistance dan support berada di harga US$ 1.171-US$ 1.155," tulis riset tersebut. (Ahm/Igw)**