Basarnas Teruskan Pencarian Helikopter di Perairan Danau Toba

Warga Lumban Raja di daerah Kampung Nainggolan, Onan Runggu, menemukan benda yang diduga bantalan kursi helikopter.

oleh Liputan6 diperbarui 14 Okt 2015, 02:24 WIB
Helikopter tipe EC 130. (id.wikipedia.org)

Liputan6.com, Samosir - Tim Basarnas masih melakukan pencarian helikopter EC 130 yang hilang kontak di perairan Danau Toba, Sumatera Utara, menggunakan kapal milik polisi. Pencarian dipusatkan di sejumalah titik yang diduga tempat jatuhnya helikopter, seperti di Pelabuhan Sipinggan, Mogang, Onan Runggu, Lagundi.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (13/10/2015), selain di perairan Danau Toba, Basarnas juga melakukan penelusuran di kawasan Hutan Marhaliang, Desa Huta Ginjang, Simanindo, Samosir.

Seorang warga Lumban Raja di daerah Kampung Nainggolan, Onan Runggu, menemukan benda yang diduga bantalan kursi helikopter. Benda ini juga telah dibawa Basarnas ke Kota Medan.

Untuk membantu pencarian, Basarnas mendatangkan alat ecosounder. Alat ini berguna untuk mencari bangkai pesawat helikopter yang diduga tenggelam di dasar danau.

Ecosounde merupakan alat pendeteksi logam yang ada di dalam air dengan kedalaman 50 hingga 60 meter. Selain medatangkan alat ecosounder, Basarnas juga mengerahkan 10 penyelam.

Ditemukannya seorang penumpang bernama Fransiskus juga menjadi titik terang, untuk menemukan 4 korban lainnya. Nantinya keterangan Fransiskus yang kini masih dirawat, akan menjadi bahan pertimbangan Basarnas. (Dan/Rmn)

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya