Risiko Memanaskan Motor Ketika Lampu Menyala

Tidak banyak yang tahu bahwa memanaskan motor dalam keadaan lampu menyala sebetulnya salah.

oleh Rio Apinino diperbarui 07 Okt 2015, 19:33 WIB
Tidak banyak yang tahu bahwa memanaskan motor dalam keadaan lampu menyala sebetulnya salah.

Liputan6.com, Depok - Memanaskan sepeda motor menjadi rutinitas pemotor setiap hari. Namun, tahukah Anda bila memanaskan sepeda motor tak sembarangan. Bila salah, justru membuat komponen seperti lampu rusak.

Sebagaimana diutarakan Dikky Sudrajat, Kepala Mekanik AHASS Kukusan, Depok, tidak banyak yang tahu bahwa memanaskan motor dalam keadaan lampu menyala sebetulnya salah. Dalam artian bila sinar lampu menyorot langsung ke dinding.

Pasalnya, jika terlalu dekat pancaran sinar ke dinding akhirnya akan kembali memantul ke reflektor. Lambat laun, kondisi itu berpotensi merusak reflektor. Itu artinya, motor yang telah mengaplikasi fitur automatic headlamp sebenarnya tidak masalah dalam memanaskan motor hanya saja jaraknya diatur. 

"Posisi motor saat dipanaskan tidak bisa berhadapan dengan tembok, nanti cahaya lampunya mantul. Akibatnya reflektor lampu meleleh, apalagi kalau memanaskan sepeda motor dalam waktu yang lama," ujar Dikky saat ditemui Liputan6.com Rabu (7/10/2015).

Tak cuma tembok, Dikky pun menyarankan untuk tidak menutup lampu saat mesin dipanaskan. "Biasanya kan kalau musim hujan, jas hujannya ditaruh menutupi lampu, lalu motor dinyalakan. Itu juga tidak boleh dilakukan," tambahnya.

Nah, atas dasar itu, Dikky menyarankan untuk tidak memanaskan sepeda motor berhadapan dengan tembok. Bila terpaksa, jaga jarak antara posisi lampu dan tembok.

"Jarak aman idealnya satu meter dengan durasi memanaskan motor maksimal 5-10 menit," tutupnya.

(rio/gst)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya