Dokter Jepang Bantu Operasi Cangkok Hati Bayi Adel di Yogyakarta

Doa mengalir untuk Adelia Dwi Cahyo, bayi 1 tahun yang menderita penyakit kelainan organ hati atresia bilier.

oleh Yanuar H diperbarui 02 Okt 2015, 11:21 WIB
Ilustrasi Bayi Tidur (Liputan6.com/M.Iqbal)

Liputan6.com, Yogyakarta - Doa mengalir untuk Adelia Dwi Cahyo, bayi 1 tahun yang menderita penyakit kelainan organ hati atresia bilier. Karena penyakit ini, hati putri pasangan Cahyo Kustaman dan Dwi Purwanti tersebut tak bisa mendapat pasokan aliran darah.

Agar Adel bisa melanjutkan hidupnya, sang ibu, Dwi pun rela memberikan sebagian hatinya untuk buah hatinya. Beruntung, organ Dwi cocok dengan Adel.

"Ternyata ibunya cocok untuk menjadi donor bagi anaknya. Ibu Dwi Purwanti juga merelakan hatinya diambil sebagian," kata Kepala Bagian Hukum dan Humas RSUP Dr Sardjito, Yogyakarta, Trisno Heru Nugroho kepada Liputan6.com di Yogyakarta, Kamis (1/10/2015).

"Donor harus cocok secara signifikan dengan penerima donor. Tidak bisa asal mau saja lalu dicangkokan," imbuh dia.

Operasi Adel akan dilakukan pada 9 November 2015 mendatang di RS Sardjito dengan melibatkan 2 tim. Tim tersebut, yakni tim bedah anak dari RS Sardjito dan ahli bedah dari Kyoto, Jepang.

Biaya operasi cangkok hati ini tak murah. Bisa makan dana miliaran rupiah. Namun begitu, Nugroho menjamin operasi bayi Adel akan terus berjalan.

Tapi dia tetap berharap agar Badan Penyelengara Jaminan Sosial (BPJS) dapat membantu biaya operasi si bayi. RS dan keluarga juga menerima donatur atau dermawan yang mau meringankan beban biaya operasi.

"Estimasi biayanya bisa mencapai sekitar Rp 1,3 miliar. Memang tidak murah. Sudah diputuskan. Sudah bahwa operasi tetap akan dilakukan 9 November," tutur dia.

"Soal biaya bisa kita cari solusinya, yang terpenting menyelamatkan masa depan anak dulu," pungkas Nugroho. (Ndy/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya