Proyek Ini Jadi Andalan Pemerintah Kurangi Pengangguran

Sejumlah proyek padat karya, terutama dari Kementerian Perhubungan, diperkirakan akan banyak menyerap tenaga kerja.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 02 Okt 2015, 09:45 WIB
Pekerja melakukan Pengerjaan proyek pembangunan jalan layang untuk bus transjakarta di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (31/8/2015). (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) terus meningkat. Hal itu tidak terlepas dari dampak perlambatan ekonomi dan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk mengurangi tingkat pengangguran, pemerintah telah mempersiapkan berbagai proyek untuk dapat menyerap tenaga kerja yang cukup signifikan atau padat karya.‎ Proyek pemerintah yang disiapkan tersebut dalam hal pembangunan infrastruktur.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan, proyek padat karya pertama adalah pembangunan pembangkit listrik yang nantinya akan dilakukan oleh PT PLN (Persero).

"Presiden menyinggung mengenai beberapa hal proyek padat karya. Sebetulnya PLN juga menyinggung mengenai pembangunan transmisi yang pasti padat karya, karena di gunung-gunung, mesin tidak bisa lewat. Walaupun bisa, itu besar sekali dan waktunya bisa agak lama," kata Darmin, Jumat (2/10/2015).

Tidak hanya itu, di kesempatan terpisah, Menteri Perhubungan Ignasius Jonan juga mengungkapkan ada beberapa proyek yang ada di bawah pengawasannya yang mampu menyerap banyak tenaga kerja. Proyek tersebut diharapkan dapat mengurangi jumlah pengangguran yang terus terjadi.

"Kita ada beberapa proyek mengenai pembangunan jalur kereta api, dan itu pasti padat karya, karena banyak pekerjanya," ucap Jonan.‎

Jonan menyebutkan, proyek-proyek padat karya dalam belanja modal atau investasi yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan adalah:

1. Pembangunan jalur kereta api di Sulawesi.

2. Pembangunan kereta api Trans Sumatra, termasuk di Nanggroe Aceh Darusalam, Sumatera Utara, Jambi  dan sampai ke Lampung, menyambung jalur kereta api yang ada;

3. Membangun jalur kereta api double track lintas selatan Jawa, karena yang lintas utara sudah diselesaikan pemerintahan sebelumnya;

4. Perbaikan dan peningkatan kapasitas hampir di 160 pelabuhan di seluruh Indonesia, dari Nanggroe Aceh Darussalam sampai Papua;

5. Perbaikan sekitar 80 bandara, dan perpanjangan runway, penguatan airside,  perbaikan terminal bandara dan sebagainya, hampir di 80 lokasi;

6. Pembuatan 190 kapal laut yang dipesan oleh Kementerian Perhubungan.

Dengan jumlah pesanan tersebut, dipastikan banyak perusahaan galangan kapal di Indonesia akan terlibat yang juga akan menyerap banyak pekerja. (Yas/Ahm)*

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya