Sudah 3 Pekan Penerbangan ke Muara Teweh Terhenti Akibat Asap

Ia menyebutkan, maskapai yang menghentikan sementara penerbangannya adalah Susi Air serta sejumlah pesawat sewa.

oleh Liputan6 diperbarui 27 Sep 2015, 02:14 WIB
Jarak pandang di landasan pacu Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya hanya berkisar 100 hingga 150 meter.

Liputan6.com, Jakarta - Penerbangan dari dan ke Bandara Beringin di Muara Teweh, Kalimantan Tengah, terhenti selama 3 pekan terakhir akibat kabut asap.

"Penerbangan batal sejak Jumat (4/9/2015) lalu dan hingga saat ini masih terhenti akibat kabut asap," kata petugas Bandara Beringin, Akhmad Sidik di Muara Teweh, Sabtu 26 September 2015.

Menurut dia, jarak pandang hanya mencapai 600-700 meter pada Jumat lalu dan terus menurun pada Sabtu kemarin. "Penerimaan sejumlah biaya pajak penumpang dan pendaratan pesawat terbang minim akibat tidak adanya penerbangan," kata Sidik.

Ia menyebutkan, maskapai yang menghentikan sementara penerbangannya adalah Susi Air dengan rute Muara Teweh-Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, Muara Teweh-Balikpapan, dan Muara Teweh-Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Penerbangan lainnya yang juga terhenti yaitu pesawat sewa (carter) perusahaan tambang batu bara dan perusahaan gas yang melayani penumpang yang umumnya para karyawan.

Sementara Kepala Kelompok Tenaga Teknis pada Stasiun Meteorologi Beringin Muara Teweh, Sunardi mengatakan jarak pandang permukaan pada Sabtu sore sekitar 70 meter dengan jarak pandang vertikal 150 kaki.

"Memang kabut asap pada Jumat sore sempat mencapai 600-700 meter, namun hari ini Sabtu kembali tebal sekitar 40-70 meter karena angin berhembus," kata Sunardi. (Ant/Ado/Vra)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya