Adhi Karya Segera Eksekusi Rights Issue

Pencatatan saham rights issue PT Adhi Karya Tbk dilakukan pada 7 Oktober 2015.

oleh Agustina Melani diperbarui 26 Sep 2015, 20:00 WIB
Ilustrasi Adhi Karya (Liputan6.com/Johan Fatzry)

Liputan6.com, Jakarta - Manajemen PT Adhi Karya Tbk (ADHI) telah mendapatkan persetujuan pemegang saham untuk melaksanakan penawaran umum terbatas/rights issue dengan mekanisme Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 September 2015.

Perseroan menawarkan rights issue sekitar 1,75 miliar saham dengan nilai nominal Rp 100. Jumlah saham yang ditawarkan itu mengalami revisi dari target sebelumnya 1,81 miliar saham. Harga saham yang ditetapkan sekitar Rp 1.560 per saham. Dana hasil rights issue itu antara lain digunakan untuk proyek transportasi massal berbasis kereta beserta stasiun dan properti pendukungnya.

Jadwal rights issue antara lain tanggal terakhir perdagangan saham dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD)/cum rights di pasar reguler dan negosiasi pada 30 September 2015 dan pasar tunai pada 5 Oktober 2015.

Waktu mulai perdagangan saham tanpa HMETD (ex-rights) di pasar reguler dan negosiasi pada 1 Oktober 2015 dan pasar tunai pada 6 Oktober 2015. Tanggal terakhir pencatatan dalam daftar pemegang saham yang berhak atas HMETD pada 5 Oktober 2015. Distribusi pada 6 Oktober 2015, dilanjutkan pencatatan HMETD di BEI pada 7 Oktober 2015.

Dalam RUPSLB tersebut juga memberhentikan dan mengangkat anggota direksi dan komisaris seperti dikutip dari keterbukaan informasi ke Bursa Efek Indonesia (BEI), yang ditulis Sabtu (26/9/2015).

Dalam RUPSLB memberhentikan Supardi dan Giri Sudaryono sebagai Direktur Perseroan. Selain itu, RUPSLB juga memutuskan memberhentikan Imam Santoso Ernawi sebagai anggota dewan komisaris Perseroan.

Keputusan RUPSLB juga menyetujui untuk mengangkat Haris Gunawan dan Budi Saddewa Soediro sebagai Direktur. Sedangkan M.Fadjorel Rachman selalu Komisaris Utama.

Susunan pengurus PT Adhi Karya Tbk antara lain:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama        : M.Fadjroel Rachman

Komisaris                   : Bobby Nazief

Komisaris                   : Wicipto Setiadi

Komisaris                   : Rildo Ananda

Komisaris Independen        : Muchlis Rantoni Luddin

Komisaris Independen        : Hironimus Hilapok

Dewan Direksi

Direktur Utama        : Kiswodarmawan

Direktur                    : Haris Gunawan

Direktur                    : BEP. Adhi Satmoko

Direktur                    : Djoko Prabowo

Direktur                    : Budi Saddewa Soediro

Direktur                    : Pundjung Setya Brata

 

(Ahm/Igw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya