Kemudi Canggih, Bisa Tegur Pengendara yang Mabuk Berat

Sober Steering yang mampu mengukur kadar alkohol pengemudi lewat napas dan kulit.

oleh Rio Apinino diperbarui 18 Sep 2015, 20:32 WIB
Sober Steering yang mampu mengukur kadar alkohol pengemudi lewat napas dan kulit.

Liputan6.com, Ontario - Salah satu penyebab kecelakaan yang paling banyak adalah pengemudi yang mabuk. Dalam kondisi tersebut, bukan hanya pengemudi itu sendiri yang bahaya, tetapi juga orang lain.

Melihat masalah ini, sebuah startup yang berbasis di Ontario, Kanada, menciptakan solusinya. Bernama Sober Steering, alat mereka ini mampu mengukur kadar alkohol pengemudi di dalam darah dengan cara yang mudah.

Sebagaimana namanya, teknologi ini berbentuk stir dan bisa mendeteksi alkohol. Di stir tersebut terdapat sensor yang mendeteksi kadar alkohol melalui napas. Selain itu, kadar alkohol juga diketahui melalui telapak tangan yang bersentuhan dengan stir.

Kadar alkohol tersebut dapat terdeteksi dalam waktu lima menit setelah pengemudi mengonsumsinya. Jika terbukti mengonsumsi, maka data akan langsung dikirim ke petugas kepolisian serta keluarga agar ditindaklanjuti.

"Jika alkohol tidak terdeteksi, maka Anda dapat mengemudi dengan normal. Jika pengemudi terdeteksi mengonsumsi alkohol, maka mobil akan langsung berhenti," ujar Catherine Carroll, CEO Sober Steering. "Pada akhirnya, kami ingin memastikan semua orang aman," tambahnya.

Sober Steering pertama kali dipamerkan di konferensi tahunan Governors Highway Safety Association beberapa waktu yang lalu. Dalam acara tersebut, teknologi ini dianggap sebagai salah satu inovasi terbaik. Bahkan, dari sepuluh besar nominasi, Sober menjadi satu-satunya teknologi yang berkaitan dengan keselamatan berkendara.

(rio/gst)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya