Rusuh di Perbatasan Serbia-Hungaria, Imigran Dihalau Gas Air Mata

Polisi hendak memukul balik para pengungsi yang memaksa menjebol gerbang perbatasan Serbia-Hungaria yang telah ditutup.

oleh Liputan6 diperbarui 17 Sep 2015, 04:27 WIB
Polisi hendak memukul balik para pengungsi yang memaksa menjebol gerbang perbatasan Serbia-Hungaria yang telah ditutup. (AP/BBC)

Liputan6.com, Roszke, Hungaria - Gerbang perbatasan Serbia-Hungaria telah ditutup, sehingga para imigran yang mayoritas dari Suriah tak dapat melewati negara tersebut sebagai upaya mencari suaka.

Namun ratusan pengungsi dan imigran berkumpul di lokasi penyeberangan dengan Kota Roszke, Hungaria. Mereka pun terlibat dalam suasana penuh ketegangan dengan polisi di sisi lain perbatasan.

Tak lama berselang, seperti dikutip dari BBC pada Kamis (17/9/2015), polisi antihuru hara Hungaria menembakkan gas air mata dan meriam air. Polisi hendak memukul balik para pengungsi yang memaksa menjebol gerbang perbatasan Serbia-Hungaria yang telah ditutup.

Dihalau dengan gas air mata dan meriam air, para pencari suaka pun membalas. Beberapa dari pengungsi melemparkan berbagai barang seperti botol air kepada polisi.

Para pencari suaka itu mayoritas ingin mencapai Jerman melalui Hungaria. Lokasi penyeberangan di Roszke digunakan puluhan ribu pengungsi dan migran yang ingin masuk ke zone Schengen di Eropa yang membolehkan orang untuk bepergian antarnegara tanpa batasan.

Aturan Baru

Kini, Hungaria telah menutup perbatasannya setelah memberlakukan aturan baru yang melarang imigran masuk ke dalam negara itu, atau merusak pagar kawat berduri yang baru saja dipasang.

Sebuah tayangan televisi memperlihatkan kobaran api dan mobil polisi serta ambulans tiba di sisi Serbia di perbatasan itu. Sedangkan di seberang berkumpul barisan polisi antihuru hara Hungaria.

Associated Press mewartakan, beberapa pengungsi mendapat perawatan medis dari ambulans Serbia di lokasi bentrokan pada Rabu 16 September 2015. Para korban umumnya cedera akibat efek gas air mata.

"Kami lari dari perang dan kekerasan serta tidak berharap adanya perlakuan brutal dan tak manusiawi di Eropa," AP mengutip Amir Hassan, pengungsi dari Irak.

Sementara itu Kroasia menyatakan akan mengizinkan pengungsi dan migran melintasi negara tersebut menuju Eropa utara, dan membuka rute baru sesudah Hungaria melakukan penutupan.

Sejauh ini lebih dari 150 pencari suaka melintasi Kroasia dari Serbia, dan beberapa yang terdampar di perbatasan Serbia-Hungaria akhirnya menempuh rute serupa. (Ans/Dan)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya