Liputan6.com, San Fransisco - Restoran siap-saji ternyata dianggap masih belum cukup efisien. Seringkali, label 'siap-saji' hanya diterapkan pada pengolahan makanan, yang juga berdampak pada kurangnya gizi seimbang pada makanan itu sendiri. Sedangkan dalam pelayanan, dianggap kurang memadai.
Sebuah restoran modern baru saja dibuka di San Fransisko minggu lalu. Rumah makan ini mengutamakan pelayanan yang praktis dan efektif.
Advertisement
Jika berkunjung, Anda tidak akan menemukan satu pelayan pun yang melayani Anda. Namun, di restoran Eatsa ini, Anda akan memesan makanan dengan iPad yang tersedia. Setelah diproses, Anda akan mengambil sendiri pesanan Anda.
"Dengan kasir virtual dan tanpa staf di lokasi, Eatsa merupakan memberikan pengalaman personal yang memanfaatkan konsep kios dan pengambilan sendiri. Restoran ini menyediakan makanan kapan pun pelanggan menginginkan,” ungkap perusahaan dikutip NPR.
"Restoran bekerja secara otomatis, dengan pemesanan dilakukan dari iPad yang disediakan. Tidak ada karyawan yang terlihat, kecuali staf yang menyiapkan makanan di dapur. Ketika makanan Anda siap –hanya dalam beberapa menit – Anda bisa mengambilnya di kompartemen kaca. Ini serupa dengan sistem otomatis pertengahan abad 20.” review San Fransisco Chronicle.
Sistem otomatis selama ini kita kenal ada pada vending machine, yakni mesin pemesan makanan dan minuman di mana kita hanya perlu memasukkan uang, dan minuman akan jatuh dengan sendirinya.
Pada saat ini, gerai restoran Febo Amsterdam merupakan restoran satu-satunya yang menggunakan layanan vending machine. Sedangkan, di Jepang diterapkan sistem pemesanan makanan otomatis yang disebut shokkenki. Disana, ketika Anda memilih pesanan makanan, dengan tiket makanan akan langsung diproses di dapur. Ini mengurangi pekerjaan mengambil pesanan di belakang kasir.
Sedangkan, dalam penggunaan iPad untuk mengambil pesanan, Eatsa mengikuti contoh dari McDonalds dan Panera, yang mulai bereksperimen dengan layar sentuh yang digunakan oleh pengunjung sebagai pengganti kasir.
Mulainya diterapkan teknologi ini bisa jadi pertanda bahwa industri makanan mulai mengandalkan robotik dalam sistem. Beberapa analis menyatakan pemanfaatannya akan berdampak pada peningkatan upah minimum. (Rie)