Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2015 mengalami perlambatan, dimana hanya sebesar 4,6 persen. Angka ini menurun jika dibandingkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 sebesar 4,7 persen.
Melihat kondisi tersebut, Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro memastikan pihaknya akan terus mendorong kementerian/lembaga untuk menggenjot pembelanjaan modal yang sudah diberikan pemerintah sesuai APBNP 2015.
Advertisement
Namun demikian, dikatakan ada tiga kementerian yang menjadi perhatian Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebagai motor utama peningkatan pertumbuhan ekonomi Indonesia.
"Mungkin beberapa kementerian bisa diberikan perhatian lebih khusus, supaya lebih kencang. PU, kan masih 20%, perlu dijaga, kan pak Basuki targetnya 93%. Lalu misalnya, Perhubungan karena masih rendah juga harus dipercepat. Dan Pertanian, juga harus dipercepat, tiga itu yang infrastruktur utama," kata Bambang di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6/8/2015).
Lebih lanjut dia mengatakan, tidak ada kiat khusus untuk mendorong pembelanjaan negara mengingat Kementerian Keuangan sudah membuka lebar-lebar K/L untuk segera merealisasikan pencairan anggaran.
Namun demikian, dikatakan Bambang di tengah kondisi ekonomi global yang juga melambat, Presiden Jokowi mengaku maklum pada kuartal II 2015 pertumbuhan ekonomi lebih rendah dibandingkan kuartal I.
"Pastilah (maklum), kan semua orang tahu, bahwa hampir tidak ada negara yang triwulan II nya lebih baik dari triwulan I, kebanyakan menurun, dan kalau dilihat dari besaran pertumbuhan kan sebenarnya kita relatif tinggi, kebanyakan negara itu hanya 2-3 persen," papar Bambang. (Yas/Nrm)