PERPISAHAN menjadi harga mati bagi Giska Sahetapy dari Doni P. Kuntandi, suaminya. Kendati majelis hakim di Pengadilan Agama Tigaraksa, Tangerang, Banten, Senin (7/7), meminta mereka damai. Orang tua Giska yakni Ray Sahetapy dan Dewi Yull yang sudah hadir di sana pun tak mampu berbuat banyak. "Sudah tidak cocok," ucap Giska pendek.
Giska sudah memikirkan permasalahan ini secara matang. Hal itu ia akui di hadapan majelis hakim. Mengenai alasan menggugat cerai, Giska pernah bilang gara-gara dipukul Doni. Luka di kepala belum sembuh sejak dipukul. Tapi ia tak merinci penyebab pertengkaran. Usai persidangan Ray menegaskan, komunikasi menjadi akar permasalahan mereka. "Cuma komunikasi saja persoalan-persoalan itu. Yang lain-lain nggak ada," kata dia.(As)
Giska sudah memikirkan permasalahan ini secara matang. Hal itu ia akui di hadapan majelis hakim. Mengenai alasan menggugat cerai, Giska pernah bilang gara-gara dipukul Doni. Luka di kepala belum sembuh sejak dipukul. Tapi ia tak merinci penyebab pertengkaran. Usai persidangan Ray menegaskan, komunikasi menjadi akar permasalahan mereka. "Cuma komunikasi saja persoalan-persoalan itu. Yang lain-lain nggak ada," kata dia.(As)