Gunung Raung Kembali Meletus, 3 Bandara Ditutup Lagi

Kini asap kelabu tebal dari Gunung Raung bergerak ke arah selatan-tenggara.

oleh Tanti Yulianingsih diperbarui 22 Jul 2015, 15:24 WIB
Kepulan awan panas Gunung Raung membumbung ke angkasa yang terlihat dari Kabupaten Bondowoso, Jatim, Minggu (12/7). Gunung Raung terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya dan menyebabkan terjadi hujan abu tipis di sejumlah wilayah. (AFP PHOTO/WIDARSHA)

Liputan6.com, Jakarta - Gunung Raung di perbatasan Kabupaten Banyuwangi, Bondowoso, dan Jember, Jawa Timur, masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal menghentikan erupsinya. Kini asap kelabu tebal dari gunung itu bergerak ke arah selatan-tenggara.

Hal ini berdasarkan pengamatan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang dilakukan pada Rabu (22/7/2015). Seperti disampaikan oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

Akibatnya, sejumlah bandara terpaksa ditutup kembali. Seperti Bandara Blimbingsari di Kabupaten Banyuwangi yang ditutup hingga pukul 16.00 WIB. Lalu pada pukul 10.53 WIB, Bandara Notohadinegoro di Jember juga ditutup hingga pukul 16.00 WIB.

Sementara pada pukul 12.00 WIB, giliran Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali yang ditutup. "Pembukaan kembali bandara disesuaikan hasil evaluasi berdasarkan kondisi sebaran abu vulkanik," kata Sutopo.

Dia menjelaskan, energi yang ada pada gunung itu cenderung meningkat lagi karena adanya pasokan magma baru. Namun, sambung dia, tipe letusan tidak berubah. Yakni masih meletus terus-menerus tanpa jeda dengan tipe strombolian.
 
"Tremor vulkanik atau letusan menerus dengan amplitude dominan 27-29 mm. Pantauan citra satelit Himawari-8 pada 22-7-2015 pukul 01.00-06.00 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik mengarah ke selatan. Bahkan mencapai ketinggian 20 ribu kaki (6.500 meter) bergerak ke arah Selatan sejauh 160 km dengan kecepatan 10 km per jam," tulis dia.

Dia melanjutkan magma Gunung Raung tipikalnya lebih encer dan miskin gas sehingga tidak eksplosif dan tidak ada awan panas.

"Satelit Himawari-8 pukul 11.18 WIB menunjukkan sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya-tenggara. Hujan abu vulkanik tipis di seputaran Jember kota, Kecamatan Ledok Ombo, Kecamatan Sumberjambe, dan Gunung Malang," imbuh Sutopo.

Dengan kondisi Gunung Raung yang terus-menerus erupsi sejak 29 Juni 2015 menimbulkan dampak kerugian ekonomi yang cukup besar, khususnya terkait penerbangan, pariwisata, dan bisnis. (Ndy/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya