Tikus Pahlawan Selamatkan Nyawa Manusia di Kamboja

Mereka dipandang sebagai hama dan jorok, namun syukurlah keberadaan Hero Rats akan mengubah pikiran demikian. (Global Post)

oleh Alexander Lumbantobing diperbarui 18 Jul 2015, 19:04 WIB
Mereka dipandang sebagai hama dan jorok, namun syukurlah keberadaan Hero Rats akan mengubah pikiran demikian. (Global Post)

Liputan6.com, Phnom Penh - Sejenis tikus raksasa dari Afrika dilatih untuk menjadi pelacak bahan peledak TNT atau dinamit di Tanzania. Dengan pelatihan itu, tikus-tikus tersebut kemudian menjalani tugas sebagai pelacak ranjau darat.

Lembaga swadaya masyarakat APOPO dari Belgia telah melatih 15 ekor tikus raksasa di pelatihan di Tanzania untuk membantu Pusat Aksi Ranjau Kamboja (Cambodian Mine Action Center, CMAC).

“Kami percaya bahwa tikus-tikus ini akan meningkatkan daya guna operasi kami," ucap pemimpin setempat Heng Rattana kepada Global Post, yang dikutip Sabtu (18/7/2015).

Sementara James Pursey, juru bicara APOPO, mengatakan bahwa seekor tikus dapat melacak kawasan seluas 200 meter persegi dalam 20 menit. Padahal, seorang manusia dengan pendeteksi logam memerlukan satu hingga empat hari untuk menyelesaikannya.

Penyelia di CMAC, Hulsok Seng, merasa terkesan dan menuliskan di laman resmi badan itu, “Kita semua terkesan dengan ukuran dan kecerdasan tikus itu. Di Kamboja, orang tidak melihat tikus sebagai hewan yang cerdas dan dapat dilatih. Mereka dipandang sebagai hama dan jorok, namun syukurlah keberadaan Hero Rats akan mengubah pikiran demikian."

Sebagai catatan, ada 4 hingga 6 juta ranjau darat dan bahan peledak lain yang masih aktif di ladang, hutan, dan dasar sungai di Kamboja. Hingga penulisan laporan ini, sudah ada 64 ribu orang yang meninggal atau cedera karena sisa-sisa peledak itu. (Alx/Ans)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya