Gelar Operasi Pasar, Ahok Terapkan Sistem Pembayaran Non-Tunai

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menggelar operasi pasar yang akan berlangsung hingga 16 Juli 2015.

oleh Hanz Jimenez Salim diperbarui 02 Jul 2015, 13:17 WIB
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama meninjau kondisi Pasar Blok G, Tanah Abang, Jakarta, Rabu (15/4/2015). Kedatangan Ahok tersebut untuk melihat situasi dan kondisi secara langsung di kawasan Pasar Tanah Abang. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta siap menggelar operasi pasar yang akan berlangsung hingga 16 Juli 2015. Hal ini sengaja dilakukan agar penjualan sembako murah tepat sasaran ke warga yang membutuhkan.

Gubernur DKI Jakarta, Ahok, mengatakan, pihaknya akan menerapkan sistem berbayar nontunai di setiap transaksi jual beli dalam operasi pasar ini.

"Kalau dengan non-cash, saya ingin tahu tiap kali operasi pasar, yang butuh barang ini siapa sih dia. Jadi saya bisa cocokkan dengan data BPS. orang ini kaya atau miskin," kata pria bernama lengkap Basuki Tjahaja Purnama ini saat peresmian operasi pasar di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (2/7/2015).

Untuk memudahkan warga membeli sembako, sambung Ahok, pihaknya sudah menyediakan mobil bank keliling dari 3 bank yang sudah menyatakan siap bekerja sama dalam program ini. Di antaranya Bank DKI, BCA, dan BRI. Nantinya, para warga dapat dengan mudah membuka rekening dan melakukan transaksi jual beli di 153 pasar rakyat di Jakarta.

"Saya coba saja 6 hari. Pasti laku," ucap mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sementara itu, usai diresmikan Ahok, PD Pasar Jaya mulai bergerak ke 10 pasar rakyat yang ada Jakarta pada hari pertama operasi pasar. Dalam hari pertama ini, total ada 34 truk bermuatan sembako yang dikerahkan untuk operasi pasar.

Operasi pasar hari pertama akan digelar di pasar Palmerah, Petojo Ilir, Koja Baru, Pademangan Timur, Tomang Barat, Grogol, Kebayoran Lama, Pasar Minggu, Pasar Klender, dan Kramat Jati.

Adapun jenis-jenis sembako yang disediakan dalam operasi pasar tahun ini adalah beras jenis medium dan premium, daging sapi, ayam potong, dan telor. Selain itu, PD Pasar Jaya dan Perum Bulog Jakarta juga menyediakan minyak goreng, gula, bawang, dan cabai pada operasi pasar 2015.

"Harga jual beras berkisar dari Rp 9.000 hingga Rp 9.300 per kilogram. Kemudian harga daging disesuaikan menurut jenisnya dari Rp 70 ribu hingga Rp 90 ribu ada," tutur Direktur Utama PD Pasar Jaya, Jangga Lubis.  (Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya