Pengamat: Gaji Menteri Tak Besar Tapi Diburu Banyak Orang

Bukan hanya gajinya yang tidak begitu besar, keberlangsungan karir menteri juga tidak dapat dipastikan.

oleh FX. Richo PramonoDiterbitkan 27 Juni 2015, 15:13 WIB
Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla berjalan menuju tempat duduknya masing-masing untuk memimpin rapat kabinet terbatas terkait persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (2/4/2015). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Populi Center Nico Harjanto menyatakan, jabatan menteri merupakan kursi yang cukup diburu banyak orang. Meski memiliki gaji yang relatif tidak begitu besar, jabatan menteri kerap diperebutkan.

Bukan hanya gajinya yang tidak begitu besar, Nico juga menuturkan bahwa keberlangsungan karir menteri tidak dapat dipastikan. Sebab, jabatan menteri kapan saja bisa diganti oleh presiden.

"Menteri tidak punya fix term. Tapi posisi menteri itu diburu banyak orang. Gajinya pun hanya Rp 19 juta. Nasib nggak jelas, kapan saja bisa diganti, diberhentikan," ujar Nico Harjanto dalam sebuah diskusi di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2015).

Bukan hanya jabatan menteri, kursi direksi perusahaan negara pun menjadi incaran banyak orang. Khususnya yang terafiliasi dengan partai politik.

Dalam kesempatan yang sama, mantan birokrat yang pernah menjabat Sekretaris BUMN, Said Didu memaparkan, saat dirinya masih berada di roda pemerintahan, sedikit sekali calon direksi eselon satu yang memiliki kompetensi.

"Pada saat saya sekretaris menteri BUMN, saya hampir terima 1.000 CV riwayat yang diserahkan parpol. Yang punya kompetensi tidak sampai 10 persen. Ini bukti bahwa seleksi di parpol tidak ketat," kata Said. (Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya