Fosil Buaya Raksasa Ditemukan di Gurun Sahara

Para arkeolog dari Lembaga Penelitian Nasional AS menemukan fosil buaya raksasa di Gurun Sahara. Panjang fosil buaya purbakala itu mencapai 18 meter.

oleh Liputan6Diterbitkan 27 Oktober 2001, 07:56 WIB
Liputan6.com, Washington D.C.: Penemuan ilmiah yang spektakuler dihasilkan Lembaga Penelitian Nasional Amerika Serikat, baru-baru ini. Lembaga itu menyatakan telah menemukan fosil buaya raksasa atau Supercroc dari zaman prahistoris di antara lintasan Nigeria dan kawasan Gurun Sahara, Afrika. Fosil buaya raksasa yang berupa tengkorak dan rahang mirip jenis aligator itu mempunyai panjang badan 18 meter. Penemuan ini disampaikan Ketua Tim Arkeolog Paul Soreno, di Kantor Pusat Penelitian Nasional, di Washington D.C., AS.

Menurut Soreno, buaya raksasa yang ditemukan dalam bentuk fosil itu diperkirakan sebagai spesies reptil terbesar dan pernah hidup di bumi. Sebenarnya, fosil tersebut telah ditemukan sejak setahun silam. Namun, saat itu kondisi fosil masih tercerai berai di lokasi yang berbeda. Para pakar terus meneliti hingga menemukan sekitar 50 persen kerangka buaya raksasa tersebut. Profesor dari Universitas Chicago itu mengatakan, buaya tadi diperkirakan berusia 60 tahun dan semasa hidupnya memiliki berat sekitar 10 ton dengan panjang badan mencapai 18 meter.

Ihwal adanya fosil buaya raksasa dari jenis hewan langka yang sudah punah ini, pertama kali diungkapkan pakar paleontologis Albert Felix de La Parent. Para pakar menamai jenis spesies ini dengan sebutan Sarcosuchus. Mereka berkeyakinan pada 110 tahun silam, empat spesies aligator raksasa tersebut pernah hidup dan berkembang biak di sebuah sungai besar yang kini dikenal sebagai Gurun Sahara.(DEN/Jsi)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya