Petani Tembakau Serbu Kedubes Prancis

Ratusan petani yang tergabung dalam APTI melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Aksi dilakukan terkait kebijakan Prancis yang menerapkan kemasan rokok polos (plain packaging). (Liputan6.com/Johan Tallo)

oleh Johan Fatzry diperbarui 09 Jun 2015, 14:45 WIB
Petani Tembakau Serbu Kedubes Prancis
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Aksi dilakukan terkait kebijakan Prancis yang menerapkan kemasan rokok polos (plain packaging). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Aksi dilakukan terkait kebijakan Prancis yang menerapkan kemasan rokok polos (plain packaging). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI melakukan aksi teatrikal di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah Perancis untuk tidak mendiskriminasikan tembakau. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI membawa poster saat berunjukrasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah Perancis untuk tidak mendiskriminasikan tembakau. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI membawa poster saat berunjukrasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah Perancis untuk tidak mendiskriminasikan tembakau. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI membawa poster saat berunjukrasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Aksi dilakukan terkait kebijakan Prancis menerapkan kemasan rokok polos (plain packaging). (Liputan6.com/Johan Tallo)
Ratusan petani yang tergabung dalam APTI membentangkan spanduk saat unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Prancis, Jakarta, Selasa (9/6/2015). Dalam aksinya mereka meminta pemerintah Perancis tidak mendiskriminasikan tembakau. (Liputan6.com/Johan Tallo)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya