Liputan6.com, Jakarta - Gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada di fase konsolidasi pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Investor mulai menata kembali portofolio dan sentimen global akan mempengaruhi laju IHSG.
Analis PT Asjaya Indosurya Securities, William Suryawijaya mengatakan, IHSG kembali berusaha menguji level support di 5.121. Sedangkan target resistance di level 5.285 pada perdagangan saham Kamis pekan ini. William menilai, kondisi menjelang berakhirnya semester I 2015 terlihat akan memberikan tekanan ke IHSG.
Advertisement
"Saat ini terjadi proses konsolidasi dalam pergerakan IHSG. Masih ada tekanan ke IHSG menjelang berakhirnya semester I. Hal ini lumrah mengingat investor jangka menengah mulai menata kembali portofolionya. Momen ini dimanfaatkan untuk investor jangka panjang," ujar William dalam ulasannya, Kamis (4/6/2015).
Kepala Riset PT NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada mengatakan, IHSG masih berpeluang tertekan pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Namun pelemahan IHSG cenderung terbatas. IHSG akan bergerak di rentang support 5.100-5.115 dan resistance 5.210-5.218. "Diharapkan masih ada data-data yang dapat ditanggapi positif sehingga dapat mengurangi pelemahan pada IHSG," kata Reza.
Dalam riset PT Sinarmas Sekuritas menyebutkan, IHSG akan melemah di kisaran 5.105-5.155 pada perdagangan saham Kamis pekan ini. Sejumlah rilis data ekonomi yang akan dicermati pelaku pasar antara lain dari Eropa akan merilis data tingkat suku bunga yang diperkirakan stagnan ke level 0,05 persen. Dari Amerika Serikat (AS) akan merilis data ISM non-manufacturing PMI yang diperkirakan naik 0,2 ke level 58.
Untuk rekomendasi saham, William merekomendasikan sejumlah saham antara lain PT Adaro Energy Tbk (ADRO), PT Indosat Tbk (ISAT), PT Wijaya Karya Tbk (WIKA), dan PT Astra International Tbk (ASII).
Sedangkan Reza memilih saham-saham yang dapat dicermati pelaku pasar yaitu saham ADRO, WIKA, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), dan PT Adhi Karya Tbk (ADHI).
Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus berada di zona merah pada perdagangan Rabu 3 Juni 2015. Dari awal minggu IHSG memang terus tertekan karena sentimen dari dalam. Pada penutupan perdagangan saham, IHSG melemah tajam 83,31 poin (1,60 persen) ke level 5.130,49. Indeks saham LQ45 turun 1,94 persen ke level 887,19.(Ahm/)