Keren, Para Lansia Jadi Seniman Graffiti

Saat para senior menjadi seniman grafiti dan menghasilkan karya seni jalanan yang keren

oleh Dinda Sulistyowati Pranoto diperbarui 29 Mei 2015, 12:00 WIB
Saat para senior menjadi seniman grafiti dan menghasilkan karya seni jalanan yang keren

Liputan6.com, Portugal Bayangkanlah sosok seorang seniman graffiti. Seseorang yang mengambil kesenangan dengan kaleng semprot, lalu melukis di tempat-tempat umum dengan segala macam gambar dan warna, menghias tembok-tembok dengan kreasi mereka yang keren hanya karena mereka merasa menyukainya.

Tetap bayangkanlah sosok mereka.

 

Apakah mereka terlihat seperti ini?


Foto dok. Liputan6.com


atau bagaimana dengan yang satu ini?

Foto dok. Liputan6.com



Kedua wanita ini adalah anggota organisasi Lata 65, sebuah kelompok khusus yang dirancang bagi warga senior yang ingin terus berkarya lewat 'street art' (seni jalanan),  sebuah bentuk seni yang lebih baru, yang umumnya terkait atau dilakoni generasi muda.

Dilansir dari viralnova.com, Kamis (28/5/2015),  Lata (yang berarti "bisa"), dikembangkan dalam kemitraan dengan 'Wool Urban Arts Festival' yang terletak di Covilha, Portugal. Para anggota berkumpul untuk kelas lokakarya-gaya dan mempraktekkan apa yang telah mereka pelajari. Mereka belajar bagaimana mengoperasikan kaleng semprot, dan juga bagaimana menggunakan stensil.

Foto dok. Liputan6.com

Para senior ini tak hanya mendapatkan pengalaman yang menyenangkan saat mempelajari bentuk seni baru, atau menghabiskan waktu mereka dengan bersosialisasi, tetapi mereka juga dapat mempererat hubungan dengan anak-anak muda atau junior mereka.

Foto dok. Liputan6.com

Sejak keterkaitan antara 'street art' (seni jalanan) dengan kriminalitas menjadi berkurang dan lebih dikaitkan dengan dunia seni, seni ini lebih digunakan untuk mempercantik lingkungan dan sebagai sebuah aktivitas pembangunan komunitas. Lata 65 bekerja untuk membawa populasi yang lebih tua dalam kegiatan mereka dan membuat mereka lebih terhubung.

Foto dok. Liputan6.com

Di pertemuan pertama, para murid membahas mengenai sejarah dan konsep seni grafiti, serta melihat contoh-contoh dari karya seni jalanan dari seluruh dunia. Lalu mereka "bawa" ilmu tersebut ke lapangan untuk selanjutnya menuangkan kreativitas mereka di dinding kota. Wah, Keren ya. (Dsu)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya