Liputan6.com, Jakarta - Pejabat Eselon I dan II Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menjalani pendidikan bina mental di Pusdiklat Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Batujajar, Bandung pada 24-26 Mei 2015.
Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan Konservasi Energi (EBTKE) Rida Mulyana menceritakan tentang penggemblengan Kopassus ke para pejabat eselon I dan II tersebut.
Advertisement
"Kami diajak pak Menteri ke Batujajar, tempat Diklat Kopasus. Kami dibawa ke sana sengaja, tidak untuk gaya-gayaan tapi ada yang disegarkan," kata Rida, di Kantor Pusat PLN, Jakarta, Kamis (28/5/2015).
Rida mengatakan, para pejabat tersebut tidak dapat perlakuan istimewa dalam pembinaan. Para pejabat eselon I dan II itu justru mendapat tekanan bak prajurit yang sedang menjalani pendidikan.
"Begitu sampai di gebrak-gebrak saat di gerbang. Ketika turun lalu langsung baris di panas matahari. Saya disuruh baca tulisan di gerbang Jika Ragu Pulang sekarang Juga," tutur Rida.
Dalam pembinaan di kawah chandradimuka tersebut, Rida bersama kawan-kawannya dilatih menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan sebagai pencari kerja, dengan mengilhami lagu Indonesia Raya.
"Menempatkan diri pelayanan publik, tidak jauh berangkat dari lagu Indonesia Raya. Selama ini kami sibuk pembangunan fisik tidak jiwanya. Bangunlah jiwanya bangunlah raganya, itu yang didik di sana oleh teman Kopassus," ujar Rida.
Rida menilai, pejabat Kementerian ESDM yang dilatih sama seperti Koppasus, yaitu mengabdi pada negara dan menempatkan diri sebagai pelayanan masyarakat yang bekerja dengan jujur, terbuka, berani dan ikhlas.
"Bagaimana mereka kontrak kerja mati menyerahkan diri ke Tanah Air. Kami duduk di sini panggilan mengabdi bukan pencari pekerjaan di situ dilakukan," kata Rida.
Setelah tiga hari menjalani pembinaan, Rida mengaku menemukan perubahan rasa kebangsaan dan besarnya pengabdian terhadap negara.
"Anak sekarang kalau kerja untuk kerja, yang terjadi ingin kerja gampang gaji gede, menyerahkan kesalahan ke orang lain kalau ada salah. Tidak ada kewiraan dan tidak mau kerja keras," tutur Rida. (Pew/Ahm)