Erza Setyadharma: Opera Sama Seperti Sendratari Jawa

Pendiri Indonesia Opera Society, Erza Setyadharma, mengatakan bahwa opera memiliki kesamaan dengan sendratari Jawa.

oleh Jazaul Aufa diperbarui 25 Mei 2015, 13:35 WIB
Opera Italia `La Traviata`

Liputan6.com, Jakarta Dalam rangka perayaan 65 tahun hubungan bilateral antara Italia dan Indonesia, opera `La Traviata`, akan ditampilkan pada 14 Juni 2015 di Teater Ciputra Artpreneur. Namun, tahukah Anda bahwa opera juga memiliki kesamaan dengan kesenian tradisional Indonesia?

"Ada, opera memiliki kesamaan dengan sendratari Jawa, terutama dari urutan atau aturan dalam pertunjukkan," ungkap Pendiri Indonesia Opera Society, Erza Setyadharma, saat ditemui pada acara Konferensi Pers opera `La Traviata` persembahan dari Artemis Danza, Rabu (20/5/2015).

Ia menuturkan bahwa opera dimulai dengan musik pembuka, kemudian barulah masuk ke isi cerita baik dengan dialog layaknya berbicara seperti biasa dan nyanyian yang diiringi lagu. Demikian juga dengan sendratari Jawa. Diawali dengan musik pembuka terlebih dahulu, sinden melantunkan nyanyian, baru dimunculkan dialog antar karakter.

Meskipun mengakui adanya kesamaan antara opera dan sendratari Jawa, Ezra juga mengungkapkan bahwa jelas terdapat perbedaan antara kedua kesenian tersebut, terutama dalam hal mengemasnya.

"Bedanya, jika dalam opera, dialog dinyanyikan atau disebut dengan recitatif. Semua memiliki nada, ada notnya, sehingga menjadi lebih tidak monoton. Selain itu, genre musik juga berbeda. Musik yang satu itu pentatonik, sedangkan yang ini full range of melody," jelasnya kembali. (auf/ret)

Erza Setyadharma saat Konferensi Pers Opera Italia `La Traviata`

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya