Polisi Telusuri Jaringan Mucikari RA dengan Alat Khusus

Penyidik masih membutuhkan banyak keterangan dari saksi-saksi yang tak lain artis atau model yang dijajakan RA atau pelanggannya.

oleh Moch Harun Syah diperbarui 12 Mei 2015, 15:55 WIB
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Anton Charliyan memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri pelantikan secara tertutup Komjen Pol Budi Gunawan di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (22/4/2015). (Liputan6.com/JohanTallo)

Liputan6.com, Jakarta - Mucikari RA (32) kini masih mendekam di sel Polres Jakarta Selatan. Sampai saat ini penyidik masih menggali keterangan dari penjaja jasa pemuas nafsu artis AA itu.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Charliyan menuturkan, penyidik cukup kesulitan mengungkapkan jaringan yang dimiliki RA. Sebab diduga kuat RA tidak sendirian menjalankan bisnis esek-esek yang menaungi 200 pekerja seks kelas atas itu.

"Kita belum bisa mengidentifikasi siapa-siapanya. Nama saja belum ada karena memang mereka tutup mulut rapat-rapat sehingga tidak bisa dari mulut," kata Anton di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (12/5/2015).

Sementara, imbuh Anton, penyidik masih membutuhkan banyak keterangan dari saksi-saksi yang tak lain artis atau model yang dijajakan RA atau pelanggannya. Namun RA pasang badan.

Soal informasi adanya keterlibatan dari kalangan pejabat yang mempromosikan artis dan modelnya RA, Anton belum mau menduga-duga.

"Itu masih didalami. Kita agak kesulitan membuka berkas HP karena terhapus. Mudah-mudahan dalam waktu dekat. Ya belum bisa sebutkan dari mana-mana ya. Karena sensitif jangan sampai salah sebut karena masih asas praduga tak bersalah," beber Anton.

Alat Khusus

Tapi Anton optimis pengungkapan kasus porstitusi online yang dikendalikan RA menemukan titik terang dalam waktu dekat ini. Sebab pihak Bareskrim Mabes Polri tengah mendukung dan memberikan bantuan alat canggih. Namun dia enggan membeberkan alat apa yang dimaksud.

"Harus dari teknologi semua jadi mungkin dan ada (alatnya) rahasia tapi. Ada alat khusus pokoknya," tutur Anton.

Senada dengan Anton, Kapolres Jakarta Selatan Kombes Pol Wahyu Hadiningrat mengatakan penyidik saat ini fokus soal jaringan RA. Terkait beredarnya nama 20 artis ataupun model yang diguga masuk daftar anak buah RA, ia menegaskan itu tidak masuk skala prioritas.

"Saya tidak merespons (soal nama artis). Saya hanya fokus pada profesi pelaku yang kita tangani RA. Saat ini kita sedang upayakan ungkap jaringan RA," tutup Wahyu seraya menekankan bahwa artis AA masih sebagai saksi. (Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya