Deschamps Tuntut Prancis Kalahkan Denmark

Laga kontra Denmark diharapkan Deschamps bakal menjadi momentum kebangkitan Les Bleus.

oleh Deny Adi Prabowo Diterbitkan 29 Maret 2015, 13:51 WIB
Deschamps, yang menangani Prancis usai Euro 2012, seperti ditulis fifa.com, menolak difavoritkan saat jumpa Jerman. Tapi dia juga menegaskan kedatangan timnya ke Stadion Maracana bukan sebagai turis.(AFP Photo/FRANCK FIFE)

Liputan6.com, Paris - Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps berharap pasukannya bangkit usai dipermalukan timnas Brasil. Untuk itu, Deschamps meminta Les Blues memetik kemenangan kala menghadapi Denmark.

Prancis melakoni laga perdananya di tahun 2015 dengan hasil minor setelah dilumat Brasil dengan skor 1-3. Tim Ayam Jantan sempat unggul lebih dulu lewat gol Raphael Varena di menit ke-21.

Namun, A Selecao mampu bangkit dan membalikkan kedudukan. Oscar, Neymar, dan Luiz Gustavo saling bergantian membobol gawang timnas Prancis di menit ke-40, 57, serta 69.

Kini, Denmark akan menjadi lawan selanjutnya Prancis dalam sebuah laga persahabatan yang berlangsung di Stade Geoffroy-Guichard, Senin (30/3) dini hari WIB. Deschamps pun menyebut jeda yang sebentar bisa menjadi kesempatan bagi timnya untuk bangkit dan kembali ke jalur kemenangan.

"Tidak ada niat untuk membalas kekalahan kemarin, itu arti dari sepak bola internasional- Anda bisa bangkit setelah melakoni performa yang buruk. Mungkin kebangkitan itu butuh waktu lama tetapi untuk Prancis, kami punya waktu tiga hari," kata Deschamps.

"Kami tidak akan menurunkan skuat yang sama tapi Denmark punya kualitas yang bagus. Saya sudah melihat pertandingan mereka kontra Amerika Serikat di mana mereka menang 3-2. Laga melawan mereka merupakan laga yang baru, melawan tim yang baru dengan karakter berbeda. Prancis masih punya tujuan yang sama dan itu bukan tujuan jangka pendek, kami ingin menjadi tim terbaik," papar mantan pelatih Juventus itu kepada wartawan dalam konferensi pers jelang laga kontra Denmark.


Varane Pun Setuju

Cristiano Ronaldo dan Raphael Varane

Perkataan yang diucapkan Deschamps juga mendapatkan dukungan dari kapten sementara timnas Prancis, Raphael Varane. Bek Real Madrid itu akan berlaku sebagai penanggung jawab tim lantaran kapten utama yakni Hugo Lloris absen karena cedera lutut.

"Jabatan ini membuat saya sangat bangga tapi juga tanggung jawab yang besar. Sebuah keuntungan bagi saya yang berposisi mengambil jabatan kapten karena saya bisa melihat jalannya pertandingan yang terjadi di depan," ucap Varane.

"Saya pikir Brasil berada dalam performa terbaik dan mereka lebih baik ketimbang kami. Prancis harus bisa memanfaatkan ini untuk berkembang. Saya pikir kami tahu apa yang harus diperbaiki, itu adalah sektor depan dan belakang. Pertandingan persahabatan bukan berarti tak berguna karena ini membuat kami menjadi tim yang lebih bagus," tukasnya.

Baca juga:

6 Dinasti Ayah dan Anak yang Menjadi Pesepak Bola
Carrick: Pahlawan Kemenangan Setan Merah Sesungguhnya
Diego Costa Belum Mengukir Cerita Bersama Timnas Spanyol

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya