Paham Radikal Masuk Buku Sekolah, Indonesia Waspada ISIS

Kewaspadaan terhadap kelompok ISIS tidak hanya dilakukan oleh Indonesia, tetapi juga Kerajaan Arab Saudi.

oleh Liputan6 diperbarui 22 Mar 2015, 18:34 WIB
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi menolak ISIS di Car Free Day, Bundaran HI, Jakarta, Minggu (15/3/2015). Mereka melakukan aksi teaterikal sebagai bentuk sindiran terhadap kekejaman ISIS. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Beredarnya buku pelajaran Pendidikan Agama yang berisi materi soal kemusyrikan yang kerap dianut kelompok garis keras ISIS di Jombang, Jawa Timur menandakan upaya penyebaran paham radikalisme sudah tersebar luas.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Minggu (22/3/2015), kewaspadaan menjadi hal yang wajib dilakukan oleh pemerintah Indonesia. Kewaspadaan terhadap kelompok ISIS tidak hanya dilakukan oleh Indonesia, Kerajaan Arab Saudi sepakat bahwa ISIS selain merusak agama juga membahayakan negara.

Staf Kementerian Agama Kerajaan Arab Saudi Faesal Al Amry mengatakan negaranya sedang memerangi terorisme dengan membentuk Badan Anti-teroris.

"Negara Saudi memandang ISIS dan seluruh radikal adalah suatu gerakan yang bahaya, merusaki agama dan umat dan memunculkan kekacauan, sehingga negara Saudi dan negara lain sepakat dan kompak memerangi ISIS dan aksi teror lainnya. Jadi negara Saudi memandang gerakan ISIS dan radikal lainnya merupakan gerakan berbahaya yang harus ditangkal secara bersama-sama," ucap Faesal Al Amry.

Kelompok ISIS belakangan ini memang semakin gencar merekrut anggota dari berbagai negara di dunia termasuk di Indonesia. Badan Intelijen Negara (BIN) memperkirakan hingga akhir tahun 2014 lalu ada 514 warga indonesia yang sudah ikut bergabung dengan ISIS. (Vra/Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya