Berkat Batu Akik, Ada Lapangan Kerja Baru di Bukittinggi

Kepopuleran batu akik menguntungkan warga Bukittinggi.

oleh Indy Keningar diperbarui 16 Mar 2015, 11:57 WIB
Kepopuleran batu akik menguntungkan warga Bukittinggi.

Liputan6.com, Jakarta - Kepopuleran batu akik memang tidak diduga-duga. Yang awalnya dianggap hanya sebagai cult di kalangan bapak-bapak, kini kaum wanita dan bahkan anak muda juga mengincarnya.

Hal ini memicu produksi batu akik dari impor maupun dalam negeri. Tingginya permintaan aksesoris batu akik bahkan membuka lapangan kerja baru bagi warga Bukittinggi, sesuai yang dilaporkan dari Antaranews.com, Senin (16/3/2015).

Bukittinggi tidak memiliki potensi tambang batuan, sehingga harus ke daerah sekitarnya seperti Darmasraya dan Pasaman untuk bisa menemukan situs galian.

Namun, status Bukittinggi sebagai destinasi wisata Sumatera Barat dimanfaatkan untuk perdagangan baru akik. Sejauh ini, pedagang batu akik ramai menggelar dagangan mereka di Pasar Atas yang berlokasi dekat daerah pariwisata Jam Gadang. Tercatat ada 60 orang pedagang batu akik di daerah itu.

Persaingan antar pedagang batu akik pun bermunculan. Muncul perajin ikat batu akik dari perak dan tembaga, ada pula penjualan bongkahan batu akik dan pengasah.

Ada batu akik yang harganya mencapai Rp 500 ribu-Rp 1 juta. Sejumlah pihak juga menggelar kontes batu akik dengan hadiah sertifikat. Pastinya, kota Bukittinggi diuntungkan dengan berkembangnya peranan perdagangan berkat batu akik. (Indy/Ahm)

 

 

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya