6-3-1966: Pesawat Jatuh Dekat Gunung Fiji, Semua Penumpang Tewas

Pesawat dari The British Overseas Airways (TBOA) terbelah di udara di dekat Gunung Fiji.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 06 Mar 2015, 06:08 WIB
Pesawat dari The British Overseas Airways (TBOA) terbelah di udara di dekat Gunung Fiji.

Liputan6.com, Tokyo - Tepat dihari ini pada 1966, salah satu insiden pesawat paling menyedihkan terjadi di Jepang. Pesawat dari The British Overseas Airways (TBOA) terbelah di udara di dekat Gunung Fiji.

Insiden tersebut kala itu memang jadi berita buruk bagi Jepang. Pasalnya, semua penumpang di dalam burung besi ini tewas.

Diduga kuat pesawat dengan jenis Boeing 707 terbelah dua saat terbang rendah di dekat Gunung paling tinggi di Negeri Sakura itu. Pilot pesawat Kapten Bernard Dobson dituding mengambil keputusan terbang rendah agar para penumpang bisa melihat pemandangan Gunung Fiji.

Namun, keputusan Dobson salah. Turbelensi pada saat terbang rendah langsung menyebabkan pesawat hancur lebur.

Dilansir dari History Channel, JUmat (6/3/2015), saat operasi evakuasi dilancarkan, Tim SAR gabungan melihat pesawat sudah hancur berkeping-keping.

Parahnya lagi, jenazah korban penerbangan tak semua ada di dekat lokasi jatuhnya pesawat. Kebanyakan dari korban ditemukan beberapa mil jauhnya.

Di tahun 1966 industri aviasi Jepang tengah melewati masalah sulit. Di tanggal 4 Febuari pesawat All Nippon Airways juga mengalami kecelakaan di Haneda.

Sebanyak 133 orang tewas. Tragisnya, dari pengakuan sejumlah saksi mata, sebelum TBOA lepas landas, lintasan terbang Bandara Hanada masih ada serpihan pesawat All Nippon yang belum dibersihkan. (Ali)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya