Hasil Konferensi Tempe: Jadikan Tempe Sebagai Pendamping ASI

Konferensi Internasional Tempe menghasilkan Deklarasi Tempe yang menyepakati tempe sebagai makanan pendamping ASI.

oleh Yanuar HDiterbitkan 18 Februari 2015, 10:33 WIB
International Conference on Tempe di DIY mendapat dukungan Sultan HB X.

Liputan6.com, Yogyakarta - Konferensi Internasional Tempe dan Produk Terkaitnya yang dibuka Senin 16 Februari 2015 lalu di Yogyakarta telah ditutup Selasa 17 Februari kemarin. Dalam penutupan, konferensi menghasilkan kesepakatan yang disebut Deklarasi Tempe.

Ketua Panitia Acara Wida Winarno mengatakan, isi utama Deklarasi Tempe adalah menjadikan tempe sebagai makanan pendamping ASI.  

"Para ahli sepakat Tempe sebagai makanan pendamping ASI. Mereka teguh dengan tempe dan dipersatukan dengan perbedaan pendapat mereka tapi akhirnya satu suara. Ini jarang terjadi," kata Wida, di Yogyakarta, Rabu (18/2/2015).

Selain Deklarasi Tempe, konferensi juga menghasilkan keputusan dari peserta muda yang ikut konferensi. Para pemuda di Konferensi Tempe sepakat akan melakukan gerakan untuk menaikkan imej tempe di dunia.

"Jadi para youth konferensi menghasilkan apa yang mereka lakukan untuk tempe ini. Di antaranya packaging dari tempe ini harus bisa diterima global. Lalu mereka juga akan mempromosikan secara global di media sosial. Mereka juga akan melakukan bagaimana tempe diterima global dengan produk olahan tempe, mungkin perpaduan dengan coklat," ujar dia.

Konferensi Tempe akan kembali digelar Mei mendatang. "Kita akan kembali lakukan Konferensi ini Mei mendatang, tunggu aja dengan gaya berbeda," ucap Wida.

Konferensi Internasional Tempe dan Produk Terkait Lainnya digelar 15 sampai 17 Februari 2015. Konferensi diikuti 220 peserta dari berbagai negara di antaranya Amerika, Inggris, Thailand, Malaysia, Prancis, dan Korea. (Sun/Mut)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya