Musim Hujan, Pedagang Mantel Kebanjiran Pembeli

Musim hujan ternyata membawa berkah tersendiri bagi para pedagang mantel.

oleh Dio PratamaDiterbitkan 13 Februari 2015, 21:36 WIB
Pedagang Jas Hujan (Fotografer: Dio Pratama)

Liputan6.com, Palu - Musim hujan yang melanda Palu, Sulawesi Tengah, ternyata membawah berkah tersendiri bagi para pedagang mantel. Betapa tidak, sejak musim hujan yang terjadi sepanjang Februari ini, mereka mendapat omzet harian yang cukup tinggi.

"Lumayanlah pembeli sejak musim hujan. Biasa hanya 1-2 pembeli setiap hari, sekarang sudah 5-7 orang per hari. Otomatis omzet harian meningkat," ungkap salah satu pedagang mantel, Mirna, yang ditemui Liputan6.com di seputaran Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Mantikulore, Palu, Jumat (13/2/2015).

Menurut dia, harga dari mantel yang dijualnya bervariasi, mulai dari yang termurah Rp 60 ribu hingga harga termahal Rp 100 ribu.

"Rata-rata tiap hari ada yang laku mantel harga Rp 60 ribu dan ada juga yang laku mantel harga Rp 100 ribu. Jadi hampir merata semua mantel yang terjual," jelas Mirna.

Senada dengan Mirna, pedagang lainnya Joko mengatakan, akibat banyaknya pembeli di musim hujan ini, ia harus menambah ketersedian stok mantel seminggu sekali.

"Sekarang sudah tiap minggu pesan mantel, padahal biasanya tiga bulan sekali baru pesan mantel. Itu pun, nanti mantel sudah benar-benar habis," katanya.

Joko mengaku, akibat tingginya permintaan mantel itu oleh konsumen, pihaknya bisa mendapat omzet bersih dalam sehari Rp 500 ribu hingga Rp 650 ribu.

"Omzet itu sangat tinggi, karena bisanya paling sehari saya hanya dapat Rp 60 ribu-Rp 100 ribu. Itu lagi kadang sehari tidak dapat apa-apa, karena tidak adanya pembeli," tandasnya. (Dio Pratama/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya