Badai Pasir dari Gurun Sahara Menerjang Palestina dan Israel

Badai pasir menerjang Palestina, Israel, dan Lebanon. Memicu polusi udara parah dan gelombang besar di Laut Tengah.

oleh Elin Yunita Kristanti diperbarui 12 Feb 2015, 18:45 WIB
Badai pasir dari Gunung Sahara (Reuters)

Liputan6.com, Kairo - Badai pasir menerjang Palestina, Israel, dan Lebanon. Memicu polusi udara parah dan gelombang besar di Laut Tengah (Mediterania).

Badai, yang terbentuk dari akumulasi debu Gurun Sahara di Afrika Utara yang terbawa angin, membuat pemandangan Kairo, ibukota Mesir, kelabu. Pun dengan Gaza, tempat jejak kehancuran akibat agresi Israel terlihat di sana-sini.

Sementara, Menteri Perlindungan Lingkungan Israel mengatakan, tingkat polusi udara yang disebabkan badai pasir adalah yang terburuk dalam kurun waktu 5 tahun.

Juru bicara bandara Israel, Liza Dvir, mengungkapkan penerbangan dari dan menuju kota resort Eilat di Laut Merah sementara dihentikan akibat badai.

Namun, pesawat masih mengudara menuju bandara utama, Ben Gurion di luar kota Tel Aviv. Kepolisian Negeri Zionis itu juga mengintensifkan patroli untuk merespons kondisi darurat yang disebabkan cuaca buruk.

Di Beirut, ibukota Lebanon, gelombang kuat menerjang pagar, ubin, dan merusak bangunan yang menghadang ke Laut Tengah. Badai juga memicu angin kencang, hujan, dan turunnya salju di pegunungan.

Badan meteorologi Lebanon menyebut, kecepatan angin mencapai 60 mph atau 96 kilometer per jam.

Foto dok. Liputan6.com


Putra Mahkota Inggris, Charles yang sedang mengunjungi  Al-Ula, Arab Saudi juga terimbas cuaca buruk tersebut. Pesawatnya yang membawanya beruntung bisa mendarat dengan selamat.

Saat keluar dari pesawat jet sewaan yang membawanya, Charles melaporkan pada Pengeran Arab, bahwa pendaratan berlangsung bergelombang. Angin mengombang-ambingkan pesawat di langit.

Kombinasi angin kencang dan badai pasir membuat pilot kesulitan mendarat. Saat Charles dan pangeran Arab berjalan ke sebuah pemukiman Abad ke-6 di Al-Khuraibah, di mana dinding kuno setinggi 3 meter masih tegak berdiri, kepulan badai pasir menerjang rombongan kedua pangeran itu.

Charles melempar guyonan, "Anda tak keberatan saya tetap memakai kacamata hitam? Sebab, debu bisa saja masuk ke mata saya." 

(Foto: Badai di Gaza, Palestina)

Foto dok. Liputan6.com


Badai pasir kali pertama menerjang Mesir, menghentikan sementara penerbangan di Bandara Internasional Kairo. Pun dengan dua pelabuhan.

Ihab Mohieddin, kepala badan penerbangan Mesir mengatakan, keberangkatan di Bandara Kairo relatif tak terganggu, namun untuk ketibaan sempat ditunda hampir 70 menit karena jarak pandang yang berkurang drastis.

Ia menambahkan, selama penutupan aktivitas udara, 4 penerbangan dialihkan ke bandara lain. Sementara, penerbangan kelima berbalik arah ke Amman, Yordania.

Sementara, bandara tersibuk kedua di Alexandria ditutup baik untuk keberangkatan maupun ketibaan. Pesawat dialihkan ke bandara lain yang tak terdampak badai. Pelabuhan Alexandria dan Dekheila juga sempat ditutup sementara.

Foto dok. Liputan6.com

Gelombang tinggi penerjang tepian Semenanjung Sinai, dekat kota resort Dahab, memaksa petugas penyelamat menyelamatkan penyelam dan mereka yang sedang berenang di pantai.

Seorang penyelam Jepang, yang terjebak di tengah gelombang tinggi, tertangkap kamera sedang dievakuasi rekannya yang lain. (Yus)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya