Penyebab Pesawat TransAsia Tabrak Flyover Mulai Terkuak

Sang pilot ditemukan tewas dalam posisi tangan menggenggam tuas kemudi.

oleh Rizki Gunawan diperbarui 06 Feb 2015, 21:21 WIB
TransAsia GE235

Liputan6.com, Keelung - Penyebab utama kecelakaan pesawat TransAsia dengan nomor penerbangan GE235 yang mengalami kecelakaan nahas pada 4 Februari 2015 lalu mulai terkuak. Kecelakaan itu mengakibatkan 32 orang tewas dari 58 penumpang dan awak.

Bagian sayap kiri pesawat yang terbang dalam posisi melintang menabrak jalan layang. Kapal terbang milik maskapai Tiongkok itu kemudian jatuh ke Sungai Keelung, Taiwan.

Berdasarkan rekaman data black box atau kotak hitam, mesin pesawat diketahui telah mengalami 'kegagalan'. Mesin baling-baling tak berhasil memberikan dorongan untuk pesawat tetap mengudara.

Ketika itu, seperti dimuat BBC, Jumat (6/2/2015), sang pilot berusaha mengatasinya dengan menghidupkan ulang mesin, namun upaya tersebut tak membuahkan hasil.

"Pilot mengumumkan adanya nyala api di mesin," ujar Direktur Badan Keselamatan Penerbangan Taiwan, Thomas Wang. "Itu merupakan sinyal dari pilot saat pesawat berada di ketinggian 1.200 kaki pada pukul 10.53.28. Itu tanda peringatan."

Selanjutnya, pada pukul 10.54.35, sang pilot meneriakkan tanda Mayday atau darurat. Saat itu, mesin lainnya diketahui dimatikan secara manual. Tak diketahui kenapa mesin tersebut dimatikan.

Sebab, kata Thomas Wang, pesawat sebenarnya masih bisa mengudara meski hanya ada 1 mesin yang berfungsi. Pesawat pada akhirnya jatuh di Sungai Keelung, Pulau Kinmen.

Hasil penyelidikan yang lebih rinci kembali dirilis 30 hari mendatang. Dan laporan investigasi akhir bakal dipublikasikan sekitar 3 hingga 6 bulan mendatang.

Pilot Liao Chien-tsung sendiri tewas dalam kecelakaan tersebut. Namun ia dipuji dan dikenang sebagai pahlawan karena diketahui berusaha menghindari pesawat jatuh di perumahan warga yang bisa memakan korban jiwa lebih banyak.

"Saat-saat terakhir, dia (pilot) masih berusaha keras mengendalikan pesawat," ujar Wakil Presiden Taiwan Wu Den-yih. Sang pilot saat itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi tangan menggenggam tuas kemudi. (Riz/Ado)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya