Hindari Tunggakan Gaji, PSSI Sarankan Klub Tanah Air Berbisnis

Saran ini disampaikan oleh ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin.

oleh Nefri Inge diperbarui 01 Feb 2015, 14:20 WIB
Selebrasi Cristian Gonzales usai membobol gawang Persebaya di SCM Cup 2015 (Johan Tallo/Liputan6.com)

Liputan6.com, Palembang - PSSI menyarankan agar klub sepak bola di Indonesia segera terjun di sektor bisnis secepatnya. PSSI berharap dengan terjun ke dunia bisnis maka masalah keuangan seperti tunggakan gaji tidak akan terjadi.

Saran ini disampaikan oleh ketua umum PSSI Djohar Arifin Husin. Ia menyebutkan klub Turki, Galatasaray bisa menjadi contoh bagi pengembangan klub di tanah air.

"Semua klub harus cari dana yang halal. Galatasaray misalnya, mereka punya 52 unit usaha untuk menggali dana," kata Djohar kepada Liputan6.com, Sabtu (31/1/2015).

"Galatasaray punya 22 juta pendukung aktif. Ini peluang bisnis karena jika mereka mencetak koran, berapa banyak eksemplar yang terjual. Demikian juga jika mereka membikin radio, berapa banyak pendengarnya. Inilah sejatinya peluang bisnis di sepak bola."

Selain mendapatkan keuntungan, terjunnya klub dalam sektor bisnis bisa menghindari praktek mafia judi di lapangan. Sehingga bisa meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia.

"Jika klub bisa memanfaatkan bisnis maka keuntungannya sangat menggiurkan," kata Djohar.

Baca Juga:

Madrid Pesta Gol, Bale Bukannya Dipuji Malah Diejek

Van Gaal Puji Gol Falcao Setinggi Langit

Klasemen Liga Premier Inggris Setelah Kemenangan MU

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya