Harga Cabai Rawit di Palu Kembali Normal

Setelah sempat menembus Rp 120 ribu per kg, kini harga cabai rawit di pasaran Palu, Sulawesi Tengah, mulai normal kembali.

oleh Dio PratamaDiterbitkan 30 Januari 2015, 18:30 WIB
Ilustrasi Harga Cabai (Foto: Dio Pratama/Liputan6.com)

Liputan6.com, Palu - Setelah sempat menembus harga tertinggi Rp 120 ribu per kilogram (kg), kini harga cabai rawit di pasaran Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), mulai normal kembali. 

"Sekarang cabai rawit turun di harga Rp 25 ribu per kg. Ini sudah harga normalnya," jelas salah satu pedagang di Pasar Sentral Inpres Manonda (PSIM) Palu, Musliati kepada Liputan6.com, Jumat (30/1/2015). 
 
Dia menyebutkan, penurunan harga salah satu kebutuhan pokok masyarakat ini sudah terjadi dua pekan terakhir. "Alhamdulillah pasokan sudah lancar masuk ke pasar, sehingga harga jualnya turun," terang Musliati. 
 
Sebelumnya, harga cabai rawit di sejumlah pasar di Palu, termasuk PSIM sempat melambung tinggi hingga mencapai Rp 120 ribu per kg. Tingginya harga itu, tidak lain karena pasokan berkurang menyusul musim kemarau panjang yang melanda hampir seluruh daerah produsen cabai di Sulteng.
 
"Banyak petani yang mengalami gagal panen, sehingga suplai ke pasar-pasar Palu menurun drastis. Makanya waktu itu harga cabai rawit sangat mahal," kata pedagang lainnya, Udi. 
 
Hingga saat ini, harga cabai rawit di tingkat pedagang PSIM mengalami penurunan tajam. Dan harganya pun bertahan Rp 25 ribu per kg. 
 
Namun, berbeda dengan harga kebutuhan masyarakat linnya seperti beras, gula pasir, minyak goreng, telur ayam, dan daging sapi yang belum mengalami penurunan.
 
Di mana, harga daging sapi masih tetap bertahan pada kisaran Rp 90 ribu per kg, telur ayam Rp 1.600 per butir, minyak goreng dalam kemasaran Rp 14 ribu per kg, gula pasir Rp 11 ribu per kg, dan beras medium Rp 8000 per kg. (Dio Pratama/Ndw)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya