Pengobatan untuk Penis Kecil yang Bersembunyi di Lemak

Penyebab pria berpenis tertimbun bermacam-macam, salah satunya adalah obesitas. Lantas bagaimana pengobatannya?

oleh Melly Febrida diperbarui 23 Jan 2015, 21:00 WIB
Perbandingan penis inipun dibeberkan oleh sebuah penelitian dan berhasil menyedot pembaca Liputan6.com edisi Kamis (25/9)

Liputan6.com, New York Kaum pria yang memiliki penis tertimbun bisa mengalami depresi. Penyebabnya bermacam-macam, salah satunya adalah obesitas. Lantas bagaimana mengobatinya?

Situs Medicaldaily, Jumat (23/1/2015), menjelaskan beberapa pengobatan yang dibutuhkan pria yang penisnya tertimbun:

1. Turunkan berat badan

Apabila penis tak spontan muncul dari tempat persembunyiannya, salah satu pengobatannya adalah menurunkan berat badan.

"Itu menjadi pilihan pertama," tulis  Anthony Rivas di Medicaldaily.

2. Operasi bedah

Jika menurunkan berat badan tidak berhasil, operasi menjadi pilihan berikutnya dan biasanya dilakukan ahli urologi atau ahli bedah.

Bedah yang dilakukan melepaskan timbunanpenis dari jaringan di bawah perut bagian bawah. Untuk orang dengan kelamin berselaput, juga dijahit agar sedikit membebaskan penis, sedangkan untuk kelamin yang terperangkap, membuang jaringan parut.

"Kadang-kadang cangkok kulit diperlukan untuk merekonstruksi batang penis," ujarnya.

Hingga kini belum jelas berapa banyak pria yang penisnya tertimbun karena mereka tak akan melaporkannya kecuali mencari pengobatan.

Untuk mikropenis sendiri terjadi pada satu pria dari 200 orang. Para peneliti berspekulasi, banyak pria yang menemukan dirinya mengembangkan penis tertimbun, namun, seperti obesitas, ini terus menjadi masalah di Amerika Serikat.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya