Fahri Hamzah: Panja AirAsia DPR Investigasi Siapa yang Ceroboh

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah mengusulkan agar adanya investigasi menyeluruh tentang keamanan penerbangan di Indonesia melalui panja DPR.

oleh Moch Harun SyahDiterbitkan 08 Januari 2015, 03:10 WIB
Fahri Hamzah (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah memastikan panitia kerja (panja) investigasi kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 segera dibentuk. Panja ini menurut Fahri bertujuan untuk menjernihkan berbagai spekulasi yang selama ini muncul tentang penyebab kecelakaan pesawat AirAsia itu.

"Termasuk itu (izin rute). Itu yang diinvestigasi secara menyeluruh. Supaya kita tahu yang ceroboh itu siapa? Kementeriannya atau siapa? Tapi jangan dulu berspekulasi. Sebab ini industri yang sifatnya global. Ditonton oleh dunia. Bisa merusak citra kita," tegas Fahri di MMD Initiative, Jalan Dempo, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (7/1/2015).

Untuk itu, Fahri meminta agar Kementerian Perhubungan menahan diri untuk tidak membuat kebijakan yang kontroversial. Seperti memutasi staf atau lainnya. Sebab menurut dia, hal ini terkait perlindungan kepada industri. Juga rating Indonesia dalam standar keamanan penerbangan di dunia internasional.

Karena itu, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) PKS itu mengusulkan agar adanya investigasi menyeluruh tentang keamanan penerbangan di Indonesia melalui panja DPR. Hal ini untuk membuktikan kepada dunia bahwa Indonesia secara teknologi, industri, regulasi, dan birokrasi, siap untuk menjadi tempat untuk penerbangan yang aman.

"Jadi jangan nanti ada dugaan kita ini sama dengan negara-negara yang saban hari ada pesawat jatuh. Tidak! AirAsia sendiri harus dihormati. Jangan kemudian hukuman yang dibuat oleh menteri ini tergopoh-gopoh, yang membuat citra kita buruk. Kenapa airlines yang selama ini baik tiba-tiba diserang seperti ini. Nanti orang tuduh lagi menterinya. Jangan-jangan dia bekerja untuk kepentingan airlines lain. Nah ini menyebabkan harusnya Menteri Perhubungan itu berhati-hati," ucapnya.

Namun demikian, Fahri menekankan bahwa DPR mempersilakan pemerintah untuk terlebih dahulu menyelesaikan tugasnya dalam musibah AirAsia QZ8501. Dalam hal ini, Badan SAR Nasional (Basarnas), TNI AL dan AU, serta pihak terkait masih berupaya mencari sisa korban dan sisa badan pesawat Lalu, Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) juga masih harus menginvestigasi black box yang masih dicari untuk mengetahui penyebab kecelakaan. Baru kemudian panja investigasi keamanan penerbangan Indonesia itu dibentuk.

"Saya setuju kalau ada investigasi, tapi menyeluruh. Dan itu platformnya adalah keamanan penerbangan dan keamanan rakyat Indonesia dalam bertransportasi. Terutama udara," tandas Fahri Hamzah. (Riz)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya