Liputan6.com, Dortmund - Bundesliga 2014/15 sudah memasuki fase winterstop dan para pemain pun segera berkemas untuk menjalani liburan Natal ke Portugal atau Barbados. Liburan yang pahit sedang dikecap para penggawa Dortmund sudah menelan 10 kekalahan dalam total 17 laga. Figur yang paling puyeng jelas pelatih mereka, Juergen Klopp.
Der trainer berusia 47 tahun itu bilang, "Jangan coret kami dulu dari Bundesliga 1 karena situasi buruk ini justru membuka banyak peluang bagi kami untuk memperbaiki diri. Saya sudah memiliki banyak catatan dan pembelian pemain baru adalah salah satu cara untuk membenahi keadaan."
Advertisement
Pernyataan Klopp kepada Kicker pada dua hari menjelang Natal ini mungkin adalah sebuah sinyal. Der Borussen tidak berniat cuci gudang dengan menjual pilar-pilarnya yang sekelas Pierre-Emerick Aubameyang, Ciro Immobile, dan Mats Hummels. Nama terakhir ini bahkan sudah deras dipinang Arsenal dan Manchester United.
Sebenarnya apa yang salah sehingga sang kampiun Bundesliga di 2013 silam terpuruk sedemikian dalam?
Penjualan pemain yang jor-joran tidak dipraktikkan Dortmund dan kepercayaan publik, pemain, hingga manajemen kepada Klopp pun sangat tinggi. Pelatih berkaca mata itu sudah menjadi darling di Jerman. Klopp dikenal rendah hati dan sangat ilmiah dalam membangun kerajaan sepak bolanya.
Sosok yang tidak pernah "asbun" alias asal bicara, seperti kebanyakan eks pelatih dan eks pemain timnas Jerman di media cetak dan televisi lokal, itu bahkan terus digadang-gadang untuk menggantikan bundestrainer di nationalmannschaft, Joachim Loew, suatu saat nanti.
Itulah juga sebabnya publik berharap raihan tiket untuk Klopp melatih timnas Jerman kembali terbuka dengan membaiknya kinerja Dortmund. Doa Natal ini bahkan tidak sekadar dilantunkan para penggemar Der Borussen, tapi juga suporter klub-klub lain yang berharap dirinya suatu saat dikontrak DFB untuk menukangi timnas!
Nah, kini muncul sebuah analisis kenapa Dortmund masuk di zona merah klasemen sebagai klub dua terbawah pada separuh musim. Simak uraiannya di halaman berikut.
Taktik Ditiru dan Pemain Menua
Kekalahan 1-2 di kandang Werder Bremen pekan lalu adalah sebuah titik nadir dalam perjalanan Dortmund. Hasil itu membuat Bremen ada di perbatasan zona degradasi (peringkat 16) sedangkan Dortmund jadi berduet dengan Freiburg untuk mendekam dalam posisi paling buncit dalam klasemen.