Pria Penyuka Makanan Pedas Cenderung Lebih Aktif Secara Seksual

Peneliti mengungkap adanya keterkaitan antara rasa makanan-pedas dengan hormon testoteron.

oleh Fitri Syarifah diperbarui 16 Des 2014, 15:00 WIB
(Foto: M Taufan SP Bustan/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jakarta Fakta ilmiah diutarakan para ilmuwan di bidang Fisiologi di University of Grenoble, Prancis. Mereka mengungkap adanya keterkaitan antara rasa makanan-pedas dengan hormon testoteron.

Seperti diberitakan Dailymail, Selasa (16/12/2014) bahwa semua orang mungkin mengetahui kalau testoteron adalah hormon yang terdapat pada laki-laki yang mempengaruhi dirinya menjadi lebih berani, agresif dan aktif secara seksual.

Profesor Laurent Begue, yang memimpin penelitian mengatakan, bahwa konsumsi cabai menujukkan korelasi positif antara kadar testoteron pada pria.

"Studi ini memberikan wawasan baru karena memperluas pemahaman kita tentang hubungan antara proses hormonal dan asupan makanan. Bahan kimia dalam cabai yang disebut capsaicin diketahui menyebabkan perubahan fisiologis dalam tubuh, meningkatkan denyut jantung, meningkatkan keringat dan melepaskan endorfin dan adrenalin," kata Begue.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Physiology and Behavior ini, menguji 114 orang antara usia 18 dan 44 tahun. Mereka diminta untuk memberikan pendapatnya tentang makanan pedas dan kadar testosteron dalam air liur mereka diukur.

"Hasilnya, kami menemukan bahwa mereka dengan tingkat testosteron yang tinggi, cenderung menaruh saus cabai lebih banyak pada kentang mereka," katanya.

Penelitian sebelumnya pada tikus juga menunjukkan bahwa makan cabai dapat meningkatkan kadar testosteron, terutama jika mereka mengkonsumsi cabai muda.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya