Data Ekonomi Global Melemah Bikin Bursa Saham AS Tertekan

Data ekonomi global melemah dan aktivitas di musim belanja merosot telah menekan bursa saham AS.

oleh Agustina MelaniDiterbitkan 02 Desember 2014, 04:49 WIB
(Foto: Reuters)

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) tertekan di awal pekan Desember 2014 seiring indeks saham acuan S&P 500 mengalami penurunan terbesar. Hal itu dipicu dari data ekonomi global melemah dan aktivitas di musim belanja merosot.

Pada penutupan perdagangan saham Senin (Selasa pagi WIB), indeks saham Dow Jones turun 51,44 poin (0,29 persen) ke level 17.776,9. Hal ini diikuti indeks saham S&P 500 melemah 14,12 poin atau 0,68 persen ke level 2.053,44. Sementara itu, indeks saham Nasdaq tergelincir 64,28 poin atau 1,34 persen ke level 4.727,35.

Di awal pekan ini, sekitar 7 miliar saham diperdagangkan di bursa saham AS. Data manufaktur sejumlah negara tertekan berdampak negatif ke bursa saham. Pertumbuhan sektor manufaktur AS melambat pada November 2014.

Hal sama terjadi di pertumbuhan manufaktur Asia terutama China dan Eropa. Oleh karena itu potongan harga diharapkan dapat kembali menghidupkan permintaan.

"Kami sedang memperhatikan pertumbuhan ekonomi terutama di luar AS. Investor mungkin puas dengan hal itu," ujar Senior Wealth Strategist Premier Wealth, Mark Martiak seperti dikutip dari laman Reuters, Selasa (2/12/2014).

Selain itu, promosi liburan awal dan belanja online selama perayaan Thanksgiving tidak terlalu mempengaruhi pembelian di AS. Rata-rata pembelian menghabiskan 6,4 persen lebih sedikit dari yang mereka lalukukan pada tahun lalu.

Adapun sejumlah saham yang tertekan di awal Desember antara lain saham Apple Inc jatuh 3,2 persen menjadi US$ 115,07. Saham General Electric Co turun 1,8 persen menjadi US$ 26,02. Lalu saham Target Corp melemah 1,7 persen menjadi US$ 72,75.

Sementara itu, sektor saham energi melonjak di bursa saham AS. Saham Exxon Mobil Corp naik 2 persen menjadi US$ 92,35. Saham Chevron Corp naik 2,6 persen menjadi US$ 111,73. Kedua saham ini membatasi penurunan indeks saham Dow Jones. (Ahm/)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya