Harga Ikan di Palu Meroket Akibat Harga BBM Naik

"Setelah BBM naik, semua jenis ikan harga jualnya naik dan kenaikannya hingga 2 kali lipat," jelas pedagang ikan, Aco, di PSIM Palu.

oleh Dio PratamaDiterbitkan 18 November 2014, 16:19 WIB

Liputan6.com, Palu - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi membuat harga kebutuhan pokok, khususnya ikan di Palu, Sulawesi Tengah, naik, Selasa (18/11/2014). Tidak tanggung-tanggung, kenaikannya cukup signifikan hingga dua kali lipat dari harga normal.

Pantauan Liputan6.com di Pasar Sentral Inpres Manonda (PSIM) Palu, harga ikan jenis katombo saat ini dijual pedagang Rp 30 ribu per 6 potong. Padahal sebelumnya, harga ikan katombo hanya Rp 10 ribu per 6 potong.

Selain ikan katombo, ikan jenis lain juga seperti lajang, cakalang, bau bara, ekor kuning, dan kakap juga naik.

"Semua jenis ikan harga jualnya naik dan kenaikannya hingga 2 kali lipat," jelas pedagang ikan, Aco, di PSIM Palu.

Menurut dia, pedagang terpaksa kompak menaikkan harga karena harga pengambilan ikan di tingkat pengepul naik seketika setelah pemerintah mensahkan kenaikan harga BBM.

"Alasan pengepul karena biaya BBM sudah naik, makanya harga ikan juga harus dinaikkan. Karena pengambilan ikan di luar daerah cukup memakan banyak biaya untuk pembelian BBM kendaraan angkut," imbuhnya.

Sementara itu, pedagang lainnya Rinto menambahkan, selain karena kenaikan harga BBM, mahalnya harga ikan saat ini di PSIM juga dikarenakan suplai ikan dari pengepul masuk ke pasar berkurang, sementara permintaan konsumen tinggi. 

"Kata pengepul banyak nelayan yang belum melaut, makanya ketersedian ikan berkurang disuplai ke pasar," tandasnya komentari BBM naik. (Dio Pratama/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya